KitaBogor – Trase baru Jalan Saleh Danasasmita mulai menjalani uji coba tahap awal. Ruas jalan ini menyuguhkan panorama Gunung Salak jika dilihat dari arah Jalan Lawang Gintung, sekaligus dilengkapi trotoar, saluran, dan utilitas pendukung.
Pembukaan jalan dilakukan secara situasional dengan sistem buka-tutup selama proses penyempurnaan pekerjaan berlangsung. Pada Selasa (27/10/2026), jalan dibuka hingga pukul 19.00 WIB. Adapun pada Rabu (28/10/2026), akses dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Sejumlah bagian masih disempurnakan, termasuk titik pertemuan jalan lama dengan trase baru yang membutuhkan pengerasan sebelum pengaspalan.
Proyek yang dikelola UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat ini dikerjakan PT Promix Prima Karya. Penyelesaiannya ditargetkan pada 30 Oktober 2026.
General Superintendent PT Promix Prima Karya, Hariono, menjelaskan bahwa panjang penanganan jalan mencapai 270 meter, terdiri atas trase baru sepanjang 220 meter dan penanganan jalan eksisting sepanjang 50 meter.
Jalan tersebut memiliki dua jalur dengan lebar total delapan meter. Trotoar juga disiapkan di kedua sisi, masing-masing sekitar 2,6 meter dan 1,8 meter.
“Dan di bawahnya itu ada saluran dan utilitas. Jadi nanti kalau ada dari PLN atau dari utilitas lain, tidak perlu gali-gali lagi, kita sudah siapkan,” ujar Hariono.
Dilengkapi Taman dan Area Penghijauan
Selain infrastruktur jalan, penataan kawasan turut menghadirkan unsur lanskap. Dari arah Jalan Lawang Gintung, pengendara dapat melihat panorama Gunung Salak. Pada pintu masuk dari arah tersebut juga terdapat taman.
Sementara dari arah Stasiun Batutulis, penghijauan di kawasan jalan eksisting terhubung dengan area Leuweung Batutulis.
Menurut Hariono, uji coba dilakukan bertahap dengan penyesuaian waktu agar masyarakat tetap bisa menggunakan jalan tersebut di tengah pekerjaan yang masih berjalan.
Setelah pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026, proses berikutnya adalah pelaksanaan Berita Acara Serah Terima (BAST).
Masyarakat yang hendak melintas perlu memperhatikan jadwal pembukaan dan pengaturan lalu lintas karena akses masih bersifat situasional selama tahap penyempurnaan. (Mur)


