KitaBogor – Film drama keluarga Beautiful Pain menghadirkan kisah tentang perjuangan seorang perempuan membangun kembali hidup setelah keluar dari pernikahan yang penuh konflik. Dibintangi Raihaanun dan Baim Wong, film produksi Dapur Film Productions ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak 22 Oktober 2026.
Film yang diproduseri Hanung Bramantyo bersama Nikita Mirzani ini mengikuti perjalanan Niken, seorang ibu dua anak yang berusaha keluar dari hubungan rumah tangga yang merusak kesehatan mentalnya. Keputusan berpisah membawa Niken menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga perjuangan mempertahankan hak asuh anak.
Berikut empat alasan Beautiful Pain menarik untuk masuk daftar tontonan.
1. Mengangkat Perjuangan Ibu Tunggal Memulai Hidup dari Awal
Beautiful Pain menyoroti realitas yang dihadapi seorang ibu setelah memutuskan berpisah dari pasangan. Niken harus meninggalkan kehidupan yang sebelumnya mapan dan kembali tinggal bersama ibunya dalam kondisi ekonomi yang lebih terbatas.
Di tengah perubahan tersebut, ia tetap harus memenuhi kebutuhan kedua anaknya sekaligus menghadapi persoalan hak asuh. Cerita ini memperlihatkan bahwa memulai hidup baru setelah hubungan yang tidak sehat bukan perkara mudah, terlebih ketika seorang ibu harus menyeimbangkan kebutuhan pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Perjalanan Niken menjadi gambaran tentang keberanian mengambil keputusan sulit demi membangun kehidupan yang lebih baik.
2. Kolaborasi Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani
Daya tarik film ini juga terletak pada kolaborasi di balik layar. Hanung Bramantyo bekerja bersama Nikita Mirzani, yang terlibat sebagai executive producer.
Keterlibatan tersebut menjadi langkah baru bagi Nikita dalam perjalanan kariernya di industri perfilman. Melalui proyek ini, ia ikut mendukung produksi film yang mengangkat persoalan keluarga, ketangguhan perempuan, dan keberanian untuk menyuarakan pengalaman yang sulit.
Tema yang diangkat juga membuka ruang bagi penonton untuk melihat bahwa persoalan dalam rumah tangga dapat membawa dampak emosional dan sosial yang luas bagi perempuan maupun anak-anak.
3. Akting Emosional Raihaanun sebagai Niken
Raihaanun menjadi pusat emosi cerita melalui perannya sebagai Niken. Ia memerankan perempuan yang harus menghadapi trauma, pengkhianatan pasangan, serta tekanan dari lingkungan sekitar, sambil berusaha menjaga masa depan anak-anaknya.
Intensitas peran tersebut dirasakan langsung oleh Raihaanun selama proses pengambilan gambar. Ia mengungkapkan sempat kesulitan melepaskan emosi setelah memainkan salah satu adegan penting yang mempertemukan Niken dan Dirga.
“Saya jadi ingat sama satu adegan, puncak dari konflik Niken dan Dirga di film ini. Bahkan sampai cut, saya masih ngga bisa berhenti menangis karena emosi yang dibawakan sangat intens. Bahkan sampai setengah jam setelah selesai, saya masih kebawa emosi adegan tersebut,” ungkap Raihaanun.
Pengalaman tersebut menggambarkan besarnya tuntutan emosional dalam membawakan karakter yang menghadapi konflik rumah tangga dan perjuangan untuk bangkit.
4. Didukung Deretan Aktor Lintas Generasi
Selain Raihaanun dan Baim Wong, Beautiful Pain menghadirkan jajaran pemain dari berbagai generasi. Mereka antara lain Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, dan Berlliana Lovel.
Film yang disutradarai Dmaz Brodjonegoro ini memadukan konflik keluarga dengan dinamika hubungan antarkarakter. Kehadiran para pemain tersebut mendukung penggambaran persoalan yang dihadapi Niken, baik dalam lingkup keluarga maupun lingkungan sosialnya.
Tayang di Bioskop Indonesia
Beautiful Pain telah tayang di jaringan bioskop Indonesia sejak 22 Oktober 2026. Film ini mengangkat tema keteguhan, cinta seorang ibu, dan upaya membangun kembali kehidupan setelah melewati masa sulit.
Informasi lebih lanjut mengenai film dapat dipantau melalui akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. (Mur)


