KitaBogor – Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Maluku mulai menarik perhatian. Salah satu nama yang disebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku adalah Halimun Saulatu.
Halimun yang kini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku disebut berpotensi ikut dalam kontestasi kepemimpinan Demokrat Maluku yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Perjalanan politik Halimun bukan dimulai dari parlemen provinsi. Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah periode 2009-2014.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang memperkuat rekam jejaknya. Terlebih, Halimun saat ini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Maluku Tengah.
Posisi itu membuatnya memiliki pengalaman mengelola organisasi partai sekaligus berinteraksi langsung dengan kader dan struktur Demokrat di tingkat daerah.
Dalam dinamika Musda, kemampuan membangun komunikasi dan konsolidasi dengan DPC menjadi faktor penting. Demokrat Maluku memiliki 11 DPC kabupaten/kota yang akan menjadi bagian dari dinamika suksesi kepemimpinan di tingkat provinsi.
Selain pengalaman organisasi, Halimun juga disebut memiliki jalur komunikasi dengan struktur Demokrat di tingkat pusat. Namanya bahkan disebut berpeluang membangun komunikasi politik hingga lingkungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Meski demikian, hingga kini Halimun belum secara terbuka menyatakan akan maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Maluku.
Sikap tersebut justru membuat langkah politiknya menjelang Musda semakin menarik untuk dicermati.
Tiga Nama Mulai Mencuat
Selain Halimun, dua nama lain turut disebut dalam bursa Ketua DPD Demokrat Maluku. Keduanya adalah Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dan Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman.
Thaher memiliki pengalaman panjang di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dan DPRD Provinsi Maluku, sebelum kemudian menjabat sebagai Bupati Maluku Tenggara untuk periode kedua.
Sementara Asri Arman memiliki latar belakang sebagai pengusaha konsultan jasa konstruksi. Ia kemudian terjun ke politik, menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku selama tiga periode, dan kini memimpin Kabupaten Seram Bagian Barat.
Dengan latar belakang yang berbeda, ketiga figur tersebut berpotensi membuat Musda Demokrat Maluku berlangsung dinamis.
Bagi Halimun, modal yang dimiliki bukan hanya pengalaman sebagai legislator. Rekam jejak organisasi juga menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya.
Ia diketahui pernah aktif sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi fungsionaris DPD KNPI Maluku.
Pengalaman di parlemen dan organisasi, ditambah keterlibatan langsung dalam struktur Demokrat di tingkat kabupaten, menjadi bekal Halimun menghadapi dinamika internal partai.
Pada akhirnya, kontestasi Ketua DPD Demokrat Maluku tidak hanya ditentukan oleh popularitas. Kemampuan membangun komunikasi dengan kader, mengonsolidasikan DPC, serta menjaga hubungan dengan struktur partai di tingkat pusat akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah dukungan.
Halimun kini menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan menjelang Musda Oktober 2026. Apakah akan maju secara terbuka dan mengonsolidasikan dukungan 11 DPC, atau mengambil langkah politik lain, masih menjadi bagian dari dinamika yang akan berkembang.
Musda nantinya akan menjadi momentum untuk melihat seberapa kuat pengalaman politik dan jaringan organisasi yang dimiliki Halimun dalam persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Demokrat Maluku. (Red)


