KitaBogor – Suasana santai terlihat dalam Kumpul Piknik Media Menuju CIA Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Anak-anak datang bersama keluarga, bermain, menikmati camilan, hingga menulis kartu pos untuk teman-teman sebaya mereka di Sumatra.
Sekilas, kegiatan tersebut tampak seperti piknik keluarga biasa. Namun, di balik permainan dan suasana hangat itu, ada pesan yang ingin ditanamkan kepada anak-anak: belajar peduli kepada sesama bisa dimulai dari hal sederhana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju CIA Fest 2026, festival literasi anak yang akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Mengusung tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, CIA Fest tahun ini mengajak anak-anak mengenal sekaligus menunjukkan kepedulian kepada teman-teman seusianya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Literasi Tidak Harus Selalu Lewat Layar
Di tengah semakin dekatnya kehidupan anak dengan teknologi digital, Majalah CIA dan Majalah SIO ingin mengingatkan bahwa buku dan bacaan cetak masih memiliki ruang penting dalam tumbuh kembang anak.
Stefanie dari Majalah CIA dan SIO mengatakan, kehadiran media cetak bukan berarti menolak perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak-anak perlu memiliki pilihan dalam memperoleh informasi dan pengetahuan sesuai usia serta tahap perkembangannya.
“Anak-anak seharusnya tetap memiliki akses untuk membaca buku cetak, bukan hanya melalui media digital. Kami bukan menolak digitalisasi, tetapi ingin memberikan pilihan media baca bagi anak-anak di dunia yang semakin digital,” ujar Stefanie.
Majalah CIA sendiri telah hadir selama lebih dari 16 tahun dan sejak awal konsisten menggunakan media cetak. Sementara Majalah SIO hadir sebagai pendamping CIA untuk anak-anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 3 hingga kelas 6.
Bagi kedua majalah tersebut, membaca bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Anak juga memiliki hak untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui bacaan yang aman, menarik, dan sesuai dengan perkembangan mereka.
Membaca Jangan Sampai Terasa Seperti Beban
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Gerakan Hak Baca Anak yang telah dijalankan selama tiga tahun terakhir.
Stefanie mengatakan, orang dewasa mungkin memandang membaca sebagai kegiatan yang positif. Namun, bagi sebagian anak, membaca terkadang justru terasa seperti tugas atau kewajiban.
Karena itu, memberikan buku saja belum cukup. Anak juga perlu diberi ruang untuk menemukan bacaan yang sesuai dengan minat dan dunianya.
“Selain menyediakan bahan bacaan, kita juga harus memperhatikan apa yang disukai anak-anak, sehingga kegiatan membaca dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka,” katanya.
Bermain Sambil Belajar Peduli
Pesan tentang literasi dan kepedulian tersebut terasa semakin dekat dalam Kumpul Piknik Media. Anak-anak yang hadir bersama keluarga mengikuti berbagai kegiatan dalam suasana santai dan menyenangkan.
Mereka bermain ular tangga sambil menikmati camilan ala piknik. Ada pula kegiatan menulis kartu pos yang ditujukan kepada teman-teman sebaya di Sumatra yang terdampak bencana beberapa bulan lalu.
Salah satu peserta, Nabila, datang bersama keluarganya dan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia dengan serius menuliskan pesan untuk teman-teman seusianya di Sumatra.
Dalam suratnya, Nabila menyampaikan doa dan semangat agar teman-teman di sana selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani kehidupan serta tetap semangat belajar.
Ia juga menuliskan harapan agar teman-teman di Sumatra selalu sehat dan sukses.
Pesan sederhana tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana anak-anak dapat belajar memahami kondisi teman sebayanya melalui cara yang dekat dengan dunia mereka.
Dari sebuah kartu pos, mereka belajar bahwa ada anak-anak lain yang mungkin sedang menghadapi keadaan berbeda. Ada yang bisa bermain dan belajar dengan nyaman, sementara di tempat lain ada anak yang masih harus beradaptasi dengan dampak bencana.
Dari Anak untuk Anak
Semangat berbagi inilah yang kemudian menjadi salah satu pesan penting dalam CIA Fest 2026.
Festival tersebut tidak hanya berbicara mengenai buku dan kegiatan membaca, tetapi juga mengajak anak memahami arti kepedulian serta berbagi dengan teman sebaya.
Dana yang dikumpulkan dalam rangkaian CIA Fest 2026 nantinya akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah SIO bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Bantuan tersebut diharapkan dapat ikut menjaga akses anak terhadap bacaan dan pengetahuan selama proses pemulihan pascabencana.
Sebab, ketika bencana terjadi, kebutuhan anak bukan hanya menyangkut makanan, tempat tinggal, maupun fasilitas kesehatan. Kesempatan untuk tetap belajar, membaca, bermain, dan terhubung dengan dunia di sekitarnya juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kumpul Piknik Media pun ditutup dengan foto bersama maskot Majalah SIO dan keluarga peserta.
Kegiatan yang berlangsung sederhana itu meninggalkan pesan yang cukup kuat. Dari permainan ular tangga hingga menulis surat untuk teman di Sumatra, anak-anak diajak memahami bahwa literasi bukan hanya tentang membaca kata demi kata.
Literasi juga tentang mengenal dunia, memahami perasaan orang lain, dan belajar menjadi manusia yang peduli.
Melalui CIA Fest 2026, semangat tersebut kemudian dirangkum dalam satu pesan sederhana: dari anak, untuk anak. (Hen)


