Home Lokal Bus Listrik Bogor Disiapkan Menjangkau Depok hingga Puncak, Pariwisata Jadi Sasaran

Bus Listrik Bogor Disiapkan Menjangkau Depok hingga Puncak, Pariwisata Jadi Sasaran

0
5
Bus Listrik Bogor Disiapkan Menjangkau Depok hingga Puncak, Pariwisata Jadi Sasaran

KitaBogor – Pengembangan transportasi publik di Kabupaten Bogor mulai diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung akses menuju kawasan wisata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan perluasan layanan bus listrik hingga Depok dan kawasan Puncak. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transportasi umum sekaligus menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

Rencana tersebut muncul setelah Pemkab Bogor melakukan uji coba operasional bus listrik pada koridor Bojonggede-Sentul.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya juga ingin sebagian armada nantinya dapat dimanfaatkan khusus untuk melayani kebutuhan pariwisata.

“Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata,” kata Rudy.

Sejumlah rute baru mulai dipersiapkan. Salah satunya menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor. Ada pula rencana rute Cibinong-Stadion Pakansari hingga Margo City di Depok.

Sementara untuk kawasan wisata, Pemkab Bogor menyiapkan rute dari Stadion Pakansari menuju Puncak hingga perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Kehadiran bus listrik di jalur tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju berbagai destinasi di Kabupaten Bogor.

Tak hanya rute wisata, Pemkab Bogor juga membuka kemungkinan menambah koridor reguler dari Bojonggede menuju kawasan Exit Tol Citeureup.

Namun, rencana itu masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Pemerintah juga mempertimbangkan keberadaan angkutan umum yang selama ini sudah melayani masyarakat.

Rudy menegaskan, pengembangan transportasi baru harus tetap memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha transportasi yang telah lebih dulu beroperasi.

“Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal,” ujarnya.

Gandeng Swasta agar Tak Membebani APBD

Untuk mempercepat pengembangan bus listrik, Pemkab Bogor juga menyiapkan skema kerja sama dengan pihak swasta.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup pengadaan hingga pengoperasian armada. Dengan demikian, pemerintah daerah tidak harus menanggung seluruh kebutuhan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemkab Bogor, kata Rudy, dapat mengambil peran dalam menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung, seperti lahan parkir dan stasiun pengisian daya atau charging station. Sementara kebutuhan lainnya dapat dikerjakan melalui kolaborasi dengan mitra swasta.

“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” kata Rudy.

Saat ini, Pemkab Bogor masih melakukan evaluasi terhadap uji coba bus listrik di koridor Bojonggede-Sentul. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum pemerintah menetapkan skema operasional permanen sekaligus menentukan perluasan jaringan layanan.

Jika terealisasi, perluasan koridor bus listrik ini tidak hanya memperkuat konektivitas antarkawasan, tetapi juga membuka pilihan perjalanan baru menuju destinasi wisata dari Bogor hingga Puncak dan kawasan sekitar Depok. (Mur)

Previous articleParade Toleransi Kota Bogor 2026, Merayakan Perbedaan dengan Berjalan Bersama
Next articleHalimun Saulatu Masuk Bursa Ketua Demokrat Maluku, Pengalaman Organisasi Jadi Modal