Home Lokal Parade Toleransi Kota Bogor 2026, Merayakan Perbedaan dengan Berjalan Bersama

Parade Toleransi Kota Bogor 2026, Merayakan Perbedaan dengan Berjalan Bersama

0
5
Parade Toleransi Kota Bogor 2026, Merayakan Perbedaan dengan Berjalan Bersama

KitaBogor – Toleransi tidak cukup hanya dibicarakan. Ia tumbuh ketika orang-orang mau saling mengenal, menyapa, dan berjalan bersama meski memiliki latar belakang yang berbeda.

Semangat itulah yang terasa dalam Parade Toleransi Kota Bogor 2026 yang digelar untuk pertama kalinya pada Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 238 peserta dari berbagai latar belakang agama dan komunitas ikut berjalan bersama menyusuri sejumlah titik di Kota Bogor.

Parade dimulai dari kawasan Lawang Suryakencana. Peserta kemudian bergerak menuju sejumlah rumah ibadah, mulai dari vihara, masjid, hingga gereja, sebelum berakhir di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi, Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Selatan.

Pesertanya pun beragam. Masyarakat umum, tokoh lintas agama, komunitas, anak-anak muda hingga orang dewasa berbaur dalam satu kegiatan.

Bagi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pertemuan lintas agama seperti ini menjadi cara sederhana tetapi penting untuk merawat persaudaraan.

“Karena yang namanya toleransi itu memang nggak bisa diomongin saja. Tapi bagaimana kita mengenal satu sama lain, berbaur, bertegur sapa,” ungkap Dedie.

Menurutnya, Kota Bogor memiliki modal sosial yang kuat untuk terus menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman. Toleransi, kata Dedie, akan semakin kuat ketika masyarakat memiliki ruang untuk saling mengenal dan membangun silaturahmi.

Ia menilai kegiatan seperti Parade Toleransi dapat menjadi contoh bagaimana keberagaman tidak harus menjadi jarak, tetapi justru bisa menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih damai.

“Jadi intinya ya, kita saling mengenal, saling menjaga silaturahmi, dan kemudian membangun sebuah kekuatan untuk bisa membuat negara ini kondusif,” ujarnya.

Dedie berharap semangat tersebut tidak berhenti di Kota Bogor. Ia ingin pesan tentang pentingnya merawat perbedaan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain hingga tingkat nasional.

“Makanya kita contohkan dari Bogor untuk Indonesia. Jadi dunia akan damai, dunia akan tertarik, dunia akan guyub ketika kita saling mengenal perbedaan,” katanya.

Pemkot Bogor, lanjut Dedie, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat toleransi dan hubungan antarmasyarakat.

“Perkuat silaturahmi agar kita tetap guyub, yang nantinya akan menopang negara kita yang adil, makmur, sejahtera,” ujarnya.

Ingin Jadi Agenda Tahunan

Perwakilan penyelenggara, Michael Sebastian Prihatono, mengatakan Parade Toleransi merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan ruang perjumpaan bagi masyarakat lintas agama.

Sebelum parade, kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pada hari sebelumnya.

“Ini hari kedua, yang pertamanya bersih-bersih kemarin, sekarang acara kedua parade toleransi. Dan kita mau, parade toleransi ini akan terus dilaksanakan tiap tahun, biar ini menjadi sebuah acara untuk kami merayakan perbedaan,” kata Michael.

Menurutnya, kehadiran 238 peserta menunjukkan antusiasme masyarakat untuk ikut menjaga semangat keberagaman di Kota Bogor.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini ikut menjaga keamanan dan keharmonisan Kota Bogor, termasuk pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat.

Michael berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga toleransi, bukan hanya di Kota Bogor, tetapi juga di Jawa Barat dan Indonesia.

“Semoga apa yang dilaksanakan di Kota Bogor untuk Jawa Barat dan Indonesia bisa sama-sama terus dijaga dalam merawat toleransi dan memperkuat kebersamaan dalam keberagaman,” tutupnya. (Mur)

Previous articleRumput Laut dan Agar-agar Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar AS Setelah Bebas Tarif Tambahan
Next articleBus Listrik Bogor Disiapkan Menjangkau Depok hingga Puncak, Pariwisata Jadi Sasaran