KitaBogor – Upaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di Kota Bogor terus dilakukan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan pertemuan strategis dengan Allan Tandiono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan ini membahas penataan perlintasan kereta api sebidang di sejumlah titik rawan di Kota Bogor.
Perlintasan MA Salmun Diusulkan Ditutup
Salah satu fokus utama adalah perlintasan sebidang di kawasan MA Salmun. Dedie Rachim mendorong percepatan penutupan lintasan tersebut demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai solusi alternatif, pemerintah berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) agar mobilitas warga tetap terjaga tanpa harus melintasi rel secara langsung.
Langkah ini dinilai penting mengingat perlintasan sebidang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.
Kebon Pedes Direncanakan Bangun Underpass
Sementara itu, untuk kawasan Kebon Pedes, penanganan akan dilakukan melalui pembangunan underpass. Proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keamanan lalu lintas.
Namun, sebelum pembangunan dimulai, proses pembebasan lahan menjadi tahap awal yang harus diprioritaskan. Sebelumnya, opsi penutupan perlintasan sempat diajukan, tetapi belum bisa direalisasikan karena masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
Fokus Keselamatan dan Kelancaran Mobilitas
Dedie Rachim menegaskan bahwa penataan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan efisien di Kota Bogor.
Selain mengurangi risiko kecelakaan, langkah ini juga diharapkan mampu mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik perlintasan kereta.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (Mur)


