Penataan Pasar Parung Dimulai, PKL Ditertibkan Secara Humanis demi Kurangi Kemacetan

0
3
Penataan Pasar Parung Dimulai, PKL Ditertibkan Secara Humanis demi Kurangi Kemacetan

KitaBogorPemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto mulai merealisasikan penataan kawasan Pasar Parung secara bertahap.

Langkah awal dilakukan dengan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di badan jalan, yang kerap menjadi penyebab kemacetan dan kesemrawutan di kawasan tersebut.

Penertiban PKL dengan Pendekatan Humanis

Penertiban dilakukan oleh dinas terkait bersama unsur kecamatan, TNI-Polri, dan Satpol PP sejak Rabu (15/4). Pendekatan yang digunakan bersifat humanis, dengan mengedepankan dialog dan imbauan kepada para pedagang.

PKL diarahkan untuk pindah ke lokasi resmi yang telah disediakan di dalam area Perumda Pasar Tohaga Parung, sehingga tetap bisa berjualan tanpa mengganggu fungsi jalan.

Penataan Kawasan Lebih Luas

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suryanto Putra, menjelaskan bahwa penataan tidak hanya fokus pada relokasi pedagang, tetapi juga mencakup pembenahan kawasan secara menyeluruh.

Area sempadan jalan akan dimanfaatkan untuk memperindah lingkungan, termasuk penertiban reklame yang tidak sesuai aturan.

“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat wajahnya. Masih ada ruang yang cukup luas untuk dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Rencana Pelebaran Jalan

Ke depan, pemerintah juga berencana melakukan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Tahapan awal dimulai dengan pendataan bangunan, baik dari sisi perizinan maupun kepemilikan, sebagai dasar penataan lanjutan.

Ratusan Kios Disiapkan untuk Pedagang

Direktur Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, memastikan bahwa ratusan los dan kios telah disiapkan untuk menampung para PKL.

Bahkan, jika kapasitas belum mencukupi, tambahan fasilitas akan disediakan. Untuk sementara, pedagang tidak dikenakan biaya sewa dan hanya membayar iuran kebersihan serta keamanan.

“Penataan ini bukan menggusur, melainkan menggeser. Kami ingin pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak,” jelasnya.

Edukasi Masyarakat Jadi Kunci

Sementara itu, Camat Parung, Adhi Nugraha, menyebut bahwa proses ini telah melalui komunikasi sejak awal tahun.

Sebagian pedagang bahkan sudah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum penertiban dilakukan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi bertransaksi di pinggir jalan agar kondisi tertib dapat terus terjaga.

Kolaborasi Jadi Penentu Keberhasilan

Pemkab Bogor menegaskan bahwa keberhasilan penataan Pasar Parung membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, pedagang, hingga masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, kawasan ini diharapkan kembali tertib, fungsi jalan pulih, serta tercipta lingkungan yang nyaman dan aman bagi seluruh warga. (Mur)

Previous articleWali Kota Bogor Dorong Penataan Perlintasan KA, MA Salmun Diusulkan Ditutup dan Kebon Pedes Dibangun Underpass
Next articleButuh Liburan Singkat? Curug Batu Gede Cisuren Tawarkan Camping Seru dan Alam Menenangkan