Home Lifestyle Kemenkes dan UGM Dorong Deteksi Dini Retinopati Diabetik untuk Selamatkan Penglihatan Penyandang...

Kemenkes dan UGM Dorong Deteksi Dini Retinopati Diabetik untuk Selamatkan Penglihatan Penyandang Diabetes

0
3
Kemenkes dan UGM Dorong Deteksi Dini Retinopati Diabetik untuk Selamatkan Penglihatan Penyandang Diabetes

Retinopati Diabetik Masih Menjadi Ancaman Serius

Komplikasi diabetes berupa retinopati diabetik (RD) masih menjadi penyebab kebutaan yang sering terlambat terdeteksi di Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan RI, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Roche Indonesia memperkuat kolaborasi melalui pengembangan layanan skrining mata berbasis tele-oftalmologi.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam Forum Jurnalis Kesehatan bertajuk “Strategi, Aksi, Kolaborasi Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik” di Jakarta.

Indonesia saat ini termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia. Tingginya angka penderita meningkatkan risiko komplikasi mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen apabila tidak ditangani sejak dini.

Tele-Oftalmologi Permudah Deteksi Dini

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan pemerintah terus memperluas akses skrining retina melalui layanan kesehatan primer.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Konsorsium Diabetic Retinopathy Initiatives (DRIVE) yang mengembangkan model layanan tele-oftalmologi dengan dukungan kamera retina dan pelatihan tenaga kesehatan.

Program ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sehingga pasien memperoleh penanganan lebih cepat sebelum terjadi gangguan penglihatan permanen.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Kebutaan

Ketua Umum PERKENI, Prof. dr. Em Yunir, menegaskan. Bahwa pengendalian gula darah dan pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi diabetes.

Sementara itu, akademisi UGM Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko menilai retinopati diabetik masih kurang mendapat perhatian masyarakat. Meski sebagian besar kasus kebutaan sebenarnya dapat dicegah.

Roche Indonesia juga mendukung penguatan sistem skrining dan rujukan pasien. Melalui inovasi tele-oftalmologi sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan mata nasional.

Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, industri, serta komunitas pasien. Diharapkan semakin banyak penyandang diabetes yang memperoleh pemeriksaan retina secara berkala sehingga risiko kebutaan dapat ditekan. (Firda)

Previous articleChupa Chups Perkuat Strategi Experiential Marketing Lewat Peluncuran Crazy Raffe di Dufan
Next articleHANA Japanese Pop-Up Kitchen Hadir di Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung, Tawarkan Pengalaman Omakase 8 Course