40 Guru BK SMP se-Kota Bogor Ikuti Penguatan Kompetensi dan Pendidikan Karakter

0
3
40 Guru BK SMP se-Kota Bogor Ikuti Penguatan Kompetensi dan Pendidikan Karakter

KitaBogorSebanyak 40 guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru wali dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bogor mengikuti kegiatan Penguatan Kompetensi dan Pendidikan Karakter yang digelar di Aula Utama Rizen Padjajaran Hotel.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor dan berkolaborasi dengan Tim Bogor Gerakan untuk Lintas Generasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mendampingi siswa SMP di tengah tantangan perkembangan zaman.

Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus founder Bogor Geulis, Yantie Rachim, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam mendampingi perkembangan karakter dan emosi siswa, khususnya di usia remaja awal.

Menurutnya, anak usia 12–15 tahun saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya, terutama akibat pengaruh gadget dan media sosial.

“Perkembangan anak-anak usia 12–15 tahun dengan berbagai permasalahannya memang tidak mudah. Jika kita tidak memahami kondisi mereka, akan muncul kesenjangan dalam komunikasi,” ujar Yantie Rachim.

Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses informasi melalui perangkat digital membuat anak-anak rentan menyerap berbagai hal tanpa proses penyaringan yang tepat. Oleh karena itu, peran pendampingan dari guru menjadi sangat penting.

“Anak-anak sekarang bisa mendapatkan banyak hal dari ponsel mereka. Jika tidak didampingi, mereka bisa menyerap semuanya tanpa proses. Kita perlu mengarahkan agar mereka memahami bahwa segala sesuatu membutuhkan proses,” tambahnya.

Peran Guru dalam Membentuk Karakter Remaja

Yantie juga menyoroti dinamika sosial remaja yang sedang dalam fase pencarian jati diri. Di usia ini, siswa cenderung lebih dekat dengan teman sebaya, mulai tertarik dengan lawan jenis, serta memiliki emosi yang masih labil.

“Remaja ingin dianggap dewasa, lebih sensitif terhadap penilaian, dan mulai berpikir kritis. Jika guru tidak memahami hal ini, maka akan terjadi gap komunikasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa guru BK dan wali kelas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter siswa melalui interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkaya pendekatan dalam mendampingi siswa.

“Guru memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan penuh kasih. Saya berharap kegiatan ini dapat membantu Bapak dan Ibu menjadi agen perubahan dalam membentuk generasi Kota Bogor,” pungkasnya.

Materi Penguatan dari Bogor Geulis

Sebagai bagian dari kegiatan, tim Bogor Geulis turut hadir sebagai narasumber dengan berbagai materi penguatan, di antaranya:

  • “Berani Menjadi Aku” oleh Medi
  • “Dunia Remaja, Aku Berbeda, Self Awareness, dan Pola Asuh Anak Remaja” oleh Anita

Materi ini dirancang untuk membantu guru memahami karakter remaja sekaligus meningkatkan pendekatan komunikasi yang lebih efektif dalam proses pendampingan siswa. (Mur)

Previous articleKomdigi Kurangi Iklan ke Anak, Lentera Anak: Saatnya Ruang Digital Lebih Aman
Next articlePemkab Bogor Mulai Tata Titik Rawan Macet, Fokus dari Pasir Muncang hingga Taman Safari