Home Nasional Delegasi Uni Eropa Tinjau Program Konservasi Laut di Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi...

Delegasi Uni Eropa Tinjau Program Konservasi Laut di Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru

0
8
Delegasi Uni Eropa Tinjau Program Konservasi Laut di Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru

KitaBogor – Delegasi Uni Eropa bersama para duta besar dan pejabat tinggi dari 12 negara Eropa melakukan kunjungan lapangan ke Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (20/7/2026), untuk meninjau pelaksanaan program pelestarian keanekaragaman hayati laut dan penguatan perikanan pesisir di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle, hasil kerja sama antara Kementerian Kehutanan RI melalui Direktorat Jenderal KSDAE dengan Uni Eropa yang didanai melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan dilaksanakan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir Jerman (BMUKN), sebagai bentuk kolaborasi internasional dalam mendukung konservasi laut dan pengembangan ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.

Selama berada di Minahasa Utara, delegasi mengunjungi kawasan konservasi laut sekaligus berdialog dengan masyarakat pesisir dari Desa Gangga Dua, Bahoi, Lihunu, Tarabitan, Bulutui, dan Galo-Galo.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

“Melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa mendukung pemulihan terumbu karang, penguatan sektor perikanan, serta penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Mewakili Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Ditjen KSDAE Nandang Prihadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung program tersebut.

Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional. Sekaligus memperlihatkan praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara.

Sejak berjalan pada 2019, program tersebut telah mendukung pengelolaan 21 kawasan konservasi perairan dengan luas mencapai 1,63 juta hektare, termasuk perlindungan terhadap lebih dari 16 ribu hektare terumbu karang, 14 ribu hektare mangrove, serta 10 ribu hektare padang lamun.

Program ini juga memperkuat pengelolaan empat kawasan perikanan berbasis ekosistem. Yang menjaga keberlanjutan 27 spesies ikan penting seperti kakap, kerapu, dan ikan pelagis kecil.

Di Desa Gangga Dua, penerapan penutupan musim penangkapan ikan secara bersama. Berhasil meningkatkan pendapatan nelayan dari sekitar Rp20 juta menjadi Rp48 juta setiap musim.

Sementara itu, berbagai kelompok masyarakat juga mengembangkan usaha berbasis konservasi. Seperti pengolahan hasil laut, ekowisata, hingga homestay yang turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyambut baik kunjungan tersebut. Dan menilai kolaborasi internasional menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di wilayahnya.

Secara keseluruhan, program konservasi ini telah memberikan manfaat langsung kepada 5.752 orang. Dan menjangkau lebih dari 24.500 penerima manfaat tidak langsung. Melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi berbasis kelestarian lingkungan. (Hen)

Previous articleGowes Gowes Santai Berakhir dengan Aksi Bersih Sungai, Pemkot Bogor Kumpulkan 10,2 Ton Sampah
Next articleNobar Final Piala Dunia 2026 di The Plaza Millennium Berlangsung Spektakuler, Ribuan Warga Antusias