Friday, 25 September 2026
Home Lifestyle Dari Sekolah ke Industri Daur Ulang, Revibes Kelola Botol Plastik lewat Collection...

Dari Sekolah ke Industri Daur Ulang, Revibes Kelola Botol Plastik lewat Collection Point Digital

0
4
Dari Sekolah ke Industri Daur Ulang, Revibes Kelola Botol Plastik lewat Collection Point Digital

KitaBogor – Pengelolaan sampah plastik mulai dikenalkan dari lingkungan sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Revibes mengembangkan Revibes Collection Point, program pengumpulan botol plastik yang mengajak siswa, guru, dan staf sekolah berpartisipasi dalam praktik ekonomi sirkular.

Program tersebut saat ini telah hadir di lima lokasi di wilayah Jakarta dan Tangerang. Salah satunya berada di MTsN 36 Jakarta Barat, yang dalam waktu sekitar satu minggu berhasil mengumpulkan hampir 300 botol plastik bekas.

Program ini tidak hanya mengandalkan aktivitas pengumpulan sampah. Revibes mengintegrasikan Collection Point dengan aplikasi digital yang juga memberikan edukasi mengenai finansial, ekonomi, dan keberlanjutan atau sustainability.

Founder Revibes, Carissa Handrian, mengatakan teknologi dan digitalisasi dapat menjadi jembatan untuk mendorong pengelolaan limbah plastik sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat sejak dini.

Menurut Carissa, kegiatan di MTsN 36 menjadi penanda satu siklus gerakan Revibes yang telah berjalan sejak Desember 2025.

“Acara pada hari ini sekaligus menandai satu siklus penuh dari Gerakan Revibes di sekolah MTsN 36. Kita memulai gerakan ini melalui acara bakti sosial melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis di Desember 2025 yang lalu,” ujar Carissa.

Setelah kegiatan tersebut, para pengguna secara mandiri melakukan daily check-in melalui aplikasi Revibes. Aktivitas tersebut memberikan edukasi mengenai finansial, ekonomi, dan keberlanjutan.

Pada 17 September 2026, Revibes juga memberikan apresiasi kepada pengguna paling aktif di MTsN 36. Poin yang telah dikumpulkan dapat ditukarkan dengan sembako.

Gerakan kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan botol plastik secara mandiri dan berkelanjutan melalui Collection Point yang tersedia di sekolah.

Hampir 300 Botol Terkumpul

Sistem pengumpulan yang dikembangkan Revibes dirancang agar mudah digunakan oleh komunitas sekolah. Siswa, guru, dan staf dapat ikut berpartisipasi melalui fitur yang tersedia dalam aplikasi.

Dalam periode sekitar satu minggu, Collection Point di MTsN 36 telah berhasil mengumpulkan hampir 300 botol plastik bekas.

Bagi Revibes, hasil tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mengelola sampah dapat dibangun melalui sistem yang sederhana, mudah diakses, dan memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat.

“Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap sampah di sekitar mereka. Melalui Collection Point di sekolah MTsN 36 ini, kami mengenalkan praktik ekonomi sirkular berbasis digital sejak dini,” kata Carissa.

Ia menjelaskan, botol plastik bekas sebenarnya masih dapat memiliki nilai apabila dikumpulkan dan dikelola dengan tepat.

“Botol plastik bekas pakai ini sebenarnya adalah aset. Jika dikumpulkan dan dikelola lewat sistem digital yang kami bangun, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh komunitas yang membutuhkan dan bahkan bisa mendukung riset ilmiah, bukannya malah menumpuk dan menciptakan masalah lingkungan yang lebih besar,” lanjutnya.

Menghubungkan Sampah dengan Ekonomi Sirkular

Melalui aplikasi Revibes, botol plastik yang dikumpulkan tidak hanya diposisikan sebagai limbah, tetapi menjadi bagian dari gerakan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Aktivitas tersebut juga dikaitkan dengan edukasi finansial, ekonomi, dan sustainability. Revibes ingin membangun pemahaman bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Program ini sekaligus diarahkan untuk menanamkan keberanian memulai, kemandirian, dan inovasi jangka panjang kepada generasi muda dan komunitas.

Revibes menargetkan memiliki sedikitnya 15 Collection Point dalam satu tahun ke depan. Terutama di sekolah dan komunitas masyarakat yang berada di kawasan padat penduduk.

Perluasan Collection Point tersebut diharapkan dapat membuat pengumpulan limbah plastik berbasis digital semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Bagi Revibes, tujuan akhirnya bukan sekadar mengurangi jumlah botol plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kebiasaan baru bahwa limbah yang dikumpulkan dengan baik dapat memiliki nilai ekonomi, sosial, maupun manfaat bagi pengembangan riset. (Hen)

Previous articleWorld Capital Tower Jadi Venue Pameran Kaligrafi Perdana di Mega Kuningan