Journey into Sustainability: Cara Baru Melihat Sampah dari Bantar Gebang hingga Produk Bernilai

0
7
ARTCYCLE ASHTA 2026 sustainability

KitaBogorDi tengah isu sampah yang kian mengkhawatirkan, secercah harapan hadir melalui inisiatif kreatif bertajuk “Journey into Sustainability” yang digelar ARTCYCLE ASHTA District 8 2026 di ASHTA District 8 pada 22 April hingga 17 Mei 2026. Kolaborasi antara Liberty Society dan MOP Beauty ini mengajak publik melihat ulang perjalanan sampah—bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal dari kehidupan baru.

Melalui instalasi visual yang kuat dan pengalaman interaktif, pengunjung diajak “menyusuri” realita pahit pengelolaan limbah di TPST Bantar Gebang. Sebuah tempat yang selama ini menjadi titik akhir dari konsumsi sehari-hari. Namun di ruang ini, narasi berubah: sampah tak lagi sekadar dibuang, melainkan diolah, dihidupkan kembali, dan diberi makna baru.

Journey into Sustainability: Cara Baru Melihat Sampah dari Bantar Gebang hingga Produk Bernilai

Material yang selama ini dianggap tak bernilai—seperti banner bekas, plastik, tekstil, hingga limbah organik—ditransformasikan menjadi produk fungsional yang estetik. Instalasi berbahan Tyvek yang menggantung di langit-langit, menyerupai lanskap tumpukan sampah, justru menyuguhkan refleksi mendalam: di balik masalah besar, selalu ada potensi yang menunggu untuk diolah.

CEO Liberty Society, Tamara Gondo, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pameran, tetapi ajakan nyata untuk berubah. Senada, Tasya Farasya mengajak masyarakat memulai langkah kecil menuju gaya hidup berkelanjutan.

Tak hanya melihat, pengunjung juga diajak beraksi. Mulai dari Upcycled Museum, Repair Station untuk memperpanjang usia barang, hingga Dropbox Station untuk memilah sampah secara langsung. Bahkan, harapan untuk bumi pun bisa “digantungkan” melalui instalasi Tree of Hope—sebuah simbol bahwa perubahan dimulai dari kesadaran kolektif.

Lebih dari sekadar kampanye lingkungan, inisiatif ini juga menyentuh aspek sosial. Sebagian hasil penjualan didedikasikan untuk pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan akses ekonomi. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang manusia dan masa depan bersama. (Hen)

Previous articleAHY Buka DXI 2026, Dorong Indonesia Jadi Pusat Wisata Petualangan Dunia
Next articleSky Dining Baru di Ancol! Cielo & Cibo Tawarkan Sunset Romantis hingga Fine Dining Premium