KitaBogor – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, resmi membuka ajang Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center.
Dalam suasana penuh antusiasme, AHY menegaskan bahwa DXI bukan sekadar pameran, melainkan platform strategis untuk mendorong pertumbuhan wisata petualangan dan bahari di Indonesia.
“Kami berharap DXI tidak hanya menarik pecinta olahraga ekstrem, tetapi juga masyarakat luas yang ingin mengenal potensi wisata petualangan Indonesia,” ujar AHY.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Nasional
Menurut AHY, penguatan sektor ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui 17 subsektor ekonomi kreatif.
Ia menekankan bahwa promosi potensi lokal harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya dikenal melalui destinasi populer seperti Bali atau Labuan Bajo. Tetapi juga melalui berbagai destinasi petualangan baru yang tersebar di seluruh nusantara.
Lebih jauh, AHY juga menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi antara DXI dan Asia Dive Expo (ADEX). Yang dinilai mampu membuka peluang promosi lebih luas di kancah global.
Indonesia Punya Modal Besar
Dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut yang mendominasi. Indonesia dinilai memiliki keunggulan besar dalam pengembangan wisata bahari dan petualangan.
Melalui platform seperti DXI, potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan. Tidak hanya untuk menarik wisatawan, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.
DXI Jadi Ruang Kolaborasi
Ajang yang memasuki tahun ke-18 ini terus berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, mempertemukan pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat umum.
AHY berharap DXI dapat menjadi jembatan yang memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Menuju Panggung Global
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat wisata bahari dan petualangan dunia.
DXI 2026 pun menjadi langkah nyata menuju arah tersebut—menghubungkan potensi lokal dengan panggung global. (Mur)


