KitaBogor – Peluang bekerja di luar negeri menjadi salah satu pilihan bagi lulusan perguruan tinggi, termasuk tenaga kesehatan. Untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tersebut, Poltekkes Kemenkes Surakarta bersama LPK Bahana Inspirasi Muda kembali menghadirkan Program Beasiswa Pelatihan Kerja ke Jepang.
Memasuki tahun kedua, program ini memberikan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta kepada mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan di Poltekkes Kemenkes Surakarta. Bantuan tersebut digunakan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang di LPK Bahana Inspirasi Muda cabang Solo.
Program tersebut diresmikan di Gedung Internasional Poltekkes Kemenkes Surakarta dan diikuti 23 calon lulusan penerima beasiswa. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta Sudiro, Direktur Utama LPK Bahana Inspirasi Muda Sony Dwi Ariyandi, para dosen, serta perwakilan mahasiswa penerima program.
Direktur Pendayagunaan SDMK Kementerian Kesehatan RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., turut hadir secara daring melalui Zoom sekaligus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program.
Menyiapkan Lulusan untuk Pasar Kerja Internasional
Program beasiswa ini tidak hanya diarahkan untuk membantu mahasiswa mempelajari bahasa Jepang. Tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi lingkungan kerja internasional.
Jeffri menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan salah satu target Kementerian Kesehatan. Yaitu meningkatkan serapan sumber daya manusia kesehatan Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.
Bagi mahasiswa tingkat akhir, kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia kerja di negara lain. Karena itu, pelatihan dilakukan secara intensif agar peserta memiliki dasar komunikasi yang dapat menunjang proses adaptasi. Ketika nantinya bekerja di Jepang.
Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta, Sudiro, mengatakan kolaborasi dengan lembaga pelatihan menjadi salah satu upaya kampus untuk memperluas peluang karier mahasiswa.
“Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara kampus dan lembaga pelatihan dalam mendukung mahasiswa meraih peluang kerja di luar negeri. Kami berharap beasiswa ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa dan budaya Jepang, sehingga siap berkarier secara global,” ujar Sudiro.
Tahun Pertama Antarkan 16 Alumni ke Jepang
Program tahun kedua ini juga melanjutkan pengalaman dari pelaksanaan perdana pada 2025.
Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda, Sony Dwi Ariyandi, mengatakan sebanyak 16 alumni dari program tahun pertama telah diterima bekerja dan berangkat ke Jepang pada 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu pengalaman yang menjadi dasar bagi pelaksanaan program tahun kedua. Para peserta yang saat ini mengikuti pelatihan diharapkan dapat melanjutkan proses hingga memperoleh kesempatan bekerja di Jepang pada 2027.
“Harapannya di tahun 2027, para peserta program ini sudah bisa berangkat dan bekerja di Jepang,” ujar Sony.
Selain kemampuan bahasa, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja Jepang. Materi tersebut dinilai penting karena bekerja di lingkungan internasional membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan pola komunikasi, kedisiplinan, dan kebiasaan kerja yang berbeda.
Bukan Sekadar Belajar Bahasa
Bagi Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda, persiapan bekerja di Jepang tidak berhenti pada kemampuan berbahasa.
Peserta juga diarahkan untuk memahami lingkungan dan budaya kerja yang akan mereka hadapi. Dengan begitu, proses persiapan diharapkan dapat membantu mahasiswa memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kehidupan profesional di Jepang.
Sebanyak 23 penerima beasiswa menjadi bagian dari angkatan kedua program tersebut. Mereka akan menjalani pelatihan bahasa Jepang di LPK Bahana Inspirasi Muda Solo. Sebagai salah satu tahapan sebelum memasuki proses berikutnya untuk bekerja di Jepang.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan. Dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi serta pengalaman kerja internasional.
Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda berharap semakin banyak lulusan yang memiliki akses terhadap peluang karier di luar negeri, khususnya di Jepang. Sekaligus mampu membawa kompetensi tenaga kesehatan Indonesia ke lingkungan kerja internasional. (Hen)


