Sunday, 27 September 2026
Home Lifestyle 3 Alasan Film Khadam Layak Masuk Daftar Tontonan Horor September Ini

3 Alasan Film Khadam Layak Masuk Daftar Tontonan Horor September Ini

0
6
3 Alasan Film Khadam Layak Masuk Daftar Tontonan Horor September Ini

KitaBogor – Film horor kolaborasi Indonesia-Malaysia, Khadam, mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September 2026. Film produksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studios dari Indonesia ini membawa kisah horor yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga menempatkan hubungan keluarga sebagai bagian penting dari cerita.

Sebelumnya, Khadam telah hadir di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Kamboja, dan Singapura. Kini, penonton Indonesia dapat menyaksikan film tersebut di layar lebar.

Ada sejumlah hal yang membuat Khadam menarik untuk masuk daftar tontonan. Berikut tiga di antaranya.

1. Aghniny Haque Hadir dengan Karakter yang Berbeda

Salah satu daya tarik utama Khadam adalah karakter Melor yang diperankan Aghniny Haque.

Dalam film ini, Aghniny memainkan sosok ibu tunawicara yang berusaha melindungi anak-anaknya dari ancaman entitas gaib yang berkaitan dengan warisan keluarganya.

Karakter tersebut memberikan tantangan tersendiri karena Melor tidak mengandalkan dialog verbal untuk menyampaikan emosi. Ekspresi wajah, gerak tubuh, dan bahasa isyarat menjadi bagian penting dari cara karakter berkomunikasi.

Untuk mempersiapkan perannya, Aghniny menjalani proses pendalaman karakter, termasuk mempelajari bahasa isyarat yang digunakan khusus untuk kebutuhan film.

Perubahan pendekatan akting tersebut membuat karakter Melor memiliki ruang emosional yang berbeda. Rasa takut, kepanikan, hingga perjuangan seorang ibu ditampilkan melalui gestur dan ekspresi, bukan percakapan panjang.

2. Horor yang Bertemu dengan Drama Keluarga

Khadam juga menawarkan sisi lain dari cerita horor melalui hubungan antara seorang ibu dan anak-anaknya.

Di tengah kemunculan entitas gaib yang mengancam keluarga, perjuangan Melor menjadi salah satu pusat cerita. Ketakutan yang dihadapi bukan hanya tentang bagaimana bertahan dari gangguan supernatural, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha menjaga keluarganya tetap aman.

Pendekatan tersebut membuat unsur horor berjalan beriringan dengan drama keluarga.

Bagi penonton yang menyukai film horor dengan lapisan cerita emosional, perpaduan tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat diperhatikan ketika menyaksikan Khadam.

Teror dalam film kemudian tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan sejarah keluarga, identitas, dan pengorbanan seorang ibu.

3. Melibatkan Rumah Produksi dari Sejumlah Negara

Khadam juga membawa skala produksi lintas negara. Film ini melibatkan sejumlah perusahaan dan rumah produksi dari beberapa wilayah Asia.

Dari Malaysia, proyek ini melibatkan Red Communications, Komet Productions, Golden Screen Cinemas, dan Primeworks Studios. Dari Indonesia terdapat MAGMA Entertainment dan VMS Studios.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Applause Entertainment dari India serta Sil-Metropole Organisation dari Hong Kong/China.

Kerja sama lintas negara ini turut membawa unsur folklor dan atmosfer horor regional ke dalam sebuah cerita yang ditujukan untuk penonton yang lebih luas.

Selain Aghniny Haque, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor dan aktris dari Malaysia, antara lain Datuk Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, serta June Lojong.

Sedang Tayang di Bioskop Indonesia

Dengan perpaduan horor, drama keluarga, serta keterlibatan pemain dan rumah produksi dari beberapa negara, Khadam menawarkan pengalaman yang dapat dinikmati penonton yang menyukai cerita supernatural dengan sentuhan emosional.

Film Khadam saat ini sedang tayang di bioskop Indonesia, termasuk CGV, Cinepolis, dan Sams Studios.

Informasi mengenai film dan perkembangan terbarunya dapat diikuti melalui akun Instagram @khadamthemovie dan @cbipictures. (Mur)

Previous articlePoltekkes Surakarta dan LPK Bahana Hadirkan Pelatihan Bahasa Jepang Intensif
Next articleOperasi Gabungan Pemkot Bogor Jaring 39 Angkot dan AKDP, 34 Kendaraan Ditilang