Wednesday, 26 August 2026
Home Nasional Yayasan Hati Kita Serupa Kembali Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II,...

Yayasan Hati Kita Serupa Kembali Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, Buka Ruang Belajar bagi Anak

0
5
Yayasan Hati Kita Serupa Kembali Hadir di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, Buka Ruang Belajar bagi Anak

KitaBogor – Pendidikan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas dengan bangku dan papan tulis. Bagi anak-anak dari keluarga pemulung di Pancoran Buntu II, ruang belajar justru hadir di tengah lingkungan tempat mereka tumbuh sehari-hari.

Semangat itulah yang kembali dibawa Yayasan Hati Kita Serupa bersama Rumah Belajar August Hamonangan saat menggelar kegiatan Rumah Belajar Berbasis Digital & Kebudayaan, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapak Pemulung Pancoran Buntu II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tersebut menggandeng Bank Jakarta KCP Kalibata sebagai mitra sponsor.

Sebanyak 40 anak dari keluarga pemulung dan masyarakat prasejahtera mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar secara gratis, mengikuti motivasi belajar, serta menikmati ruang belajar yang dirancang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Pendiri Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan pendidikan merupakan salah satu aset penting bangsa sekaligus fondasi untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami percaya pendidikan adalah aset bangsa dan pilar utama mencetak generasi berikutnya menuju Indonesia Emas 2045. Lewat Rumah Belajar ini, kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi,” ujar Hudson.

Menurutnya, pemilihan lapak pemulung sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pendidikan dihadirkan langsung di tengah masyarakat agar anak-anak yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti belajar kelompok dan sesi motivasi. Kehadiran relawan dan tenaga pengajar turut membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif.

Dukungan juga datang dari Bank Jakarta KCP Kalibata yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan sebagai mitra sponsor.

Yayasan Hati Kita Serupa turut menyampaikan apresiasi kepada warga Lapak Pemulung Pancoran Buntu II yang telah menerima kegiatan tersebut dengan baik, para relawan dan tenaga pengajar, serta berbagai pihak yang ikut mendukung kegiatan, termasuk pelaku UMKM di kawasan Pengadegan Utara Raya, salah satunya Bakso Bakar Barokah Pakde.

Pendidikan sebagai Jalan Kemandirian

Koordinator kegiatan, Tri Widya, mengatakan Rumah Belajar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju program pendidikan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan di wilayah Pancoran Buntu II.

Semangat tersebut juga dikaitkan dengan gagasan “Jakarta Mantap Melalui Pendidikan” yang selama ini menjadi bagian dari perhatian August Hamonangan terhadap pendidikan dan pengembangan sekolah inklusif.

Konsep tersebut menempatkan pendidikan sebagai jalan untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri.

Melalui pendidikan, anak-anak dan warga diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan. Tetapi juga memiliki keterampilan, literasi dan kemampuan yang dapat membantu mereka menghadapi perubahan. Termasuk perkembangan teknologi dan persaingan di era digital.

Nilai toleransi juga menjadi bagian penting. Pendidikan karakter sejak dini dinilai dapat membangun ruang belajar yang menghargai perbedaan, kebebasan beribadah, adat serta kebiasaan masing-masing.

Selain itu, terdapat pula pesan mengenai anti pungli. Yakni mendorong agar setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa dibebani pungutan.

“Pendidikan tidak boleh menjadi beban, tetapi harus menjadi jembatan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Tri Widya.

Kegiatan Rumah Belajar Berbasis Digital & Kebudayaan di Pancoran Buntu II pun menjadi gambaran bahwa akses pendidikan dapat dibangun dari lingkungan terdekat.

Dari sebuah lapak pemulung, anak-anak mendapatkan ruang untuk belajar, berbicara, bermimpi dan melihat. Bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi batas bagi masa depan mereka. (Hen)

Previous articleIndonesia Fashion & Speech Festival 2026, Ruang Generasi Muda Tunjukkan Gaya dan Suara
Next articleAPIMFA Resmi Hadir, Hubungkan Festival Musik Asia Pasifik dan Buka Peluang Kolaborasi Lintas Negara