KitaBogor – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Roadshow Bunda PAUD Kota Bogor dalam rangka kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Timur, Jalan Raya Pajajaran, Rabu (10/6/2026).
Yantie Rachim mengatakan bahwa kampanye tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah PAUD di Kota Bogor.
“Sasaran utama kampanye ‘Ayo Sekolah ke PAUD’ adalah meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah PAUD di Kota Bogor,” ujar Yantie Rachim.
Menurutnya, usia 0 hingga 6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak. Pada fase tersebut, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat melalui pendidikan yang sesuai dengan tahapan usia.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang mengikuti pendidikan PAUD umumnya memiliki kesiapan belajar yang lebih baik saat memasuki sekolah dasar. Selain itu, PAUD juga berperan penting dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi potensi gangguan perkembangan sejak dini.
“Melalui PAUD, anak belajar disiplin, bekerja sama, bersosialisasi, serta mengenal dan mengelola emosi dengan baik sejak usia dini,” jelasnya.
Yantie Rachim menambahkan bahwa layanan PAUD juga berkontribusi terhadap pemerataan kesempatan pendidikan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh akses pendidikan PAUD berkualitas. Memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Yantie Rachim juga mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan. Untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai konsep pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
Menurutnya, proses belajar di PAUD harus dilakukan melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Fokus utama pendidikan anak usia dini seharusnya diarahkan pada penguatan karakter, kemampuan bersosialisasi, serta pengembangan keterampilan hidup dasar.
“Saya mengajak seluruh Bunda PAUD untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menunda aktivitas akademik seperti baca, tulis, dan hitung pada anak usia PAUD. Yang lebih penting adalah membangun karakter dan kemampuan sosial anak sesuai tahap perkembangannya,” katanya.
Yantie Rachim menekankan bahwa keberhasilan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” membutuhkan kolaborasi yang kuat. Antara Bunda PAUD, pemerintah wilayah, dan Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Ia berharap seluruh Bunda PAUD di wilayah dapat menyelaraskan program dengan Dinas Pendidikan. Sekaligus terus melakukan pemetaan dan kajian terhadap kondisi PAUD negeri maupun swasta sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
“Saya berharap kampanye ini membawa dampak nyata dengan meningkatnya Angka Partisipasi Sekolah PAUD Kota Bogor secara signifikan pada tahun 2026,” pungkasnya. (Mur)


