KitaBogor – Peringatan World Rhino Day menjadi kesempatan bagi Aston Serang untuk mengenalkan pentingnya konservasi Badak Jawa kepada anak-anak.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, kegiatan yang digelar pada 19 September 2026 tersebut mengajak anak-anak mengenal lebih dekat satwa endemik Indonesia melalui aktivitas kreatif dan edukasi lingkungan.
Kegiatan berlangsung di Aston Serang dengan melibatkan OFORA Trust Foundation, organisasi nirlaba yang mendukung upaya peningkatan populasi Badak Jawa dan perlindungan habitatnya, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon.
Tahun ini, kegiatan juga dihadiri John Ryan dari UPM Program, Australia. Organisasi nirlaba tersebut memiliki fokus pada upaya menghentikan kepunahan massal, memulihkan keanekaragaman hayati, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Belajar Konservasi Lewat Aktivitas Kreatif
Bagi anak-anak, pesan tentang konservasi tidak selalu harus disampaikan melalui materi yang kompleks. Aston Serang memilih pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Salah satunya melalui kegiatan mewarnai tumbler. Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus mengenal pesan tentang pentingnya menjaga satwa dan lingkungan.
Selain itu, peserta juga diajak menonton film dokumenter mengenai populasi Badak Jawa yang masih bertahan di Taman Nasional Ujung Kulon.
Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi sesi edukasi dan berbagi informasi mengenai keberadaan Badak Jawa, pentingnya menjaga habitat, serta interaksi bersama narasumber yang memiliki perhatian terhadap isu konservasi.
Regional General Manager Banten Area Aston, Doddy Fathurahman, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan isu lingkungan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
“Bagi kami, World Rhino Day bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan isu konservasi kepada anak-anak dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Doddy.
Menurutnya, anak-anak perlu memahami bahwa Badak Jawa bukan hanya satwa yang dilindungi, tetapi keberlangsungan hidupnya juga berkaitan dengan kondisi habitat dan lingkungan.
Karena itu, aktivitas kreatif dan film dokumenter dipilih sebagai media pembelajaran agar pesan konservasi lebih mudah diterima.
Memasuki Tahun Ketiga
Kolaborasi Aston Serang dan OFORA Trust Foundation dalam memperingati World Rhino Day telah memasuki tahun ketiga.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang menggabungkan aktivitas keluarga dengan pengenalan isu lingkungan dan konservasi.
Kehadiran John Ryan dari UPM Program Australia pada kegiatan tahun ini turut memberikan perspektif. Mengenai pentingnya memperkenalkan konservasi kepada generasi muda.
John juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Aston Serang yang menghadirkan kegiatan edukasi. Tentang Badak Jawa dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Bagi peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal Badak Jawa lebih dekat. Sekaligus memahami bahwa perlindungan satwa tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga habitatnya.
Menumbuhkan Kepedulian Sejak Dini
Badak Jawa atau Rhinoceros sondaicus merupakan salah satu satwa yang masih bertahan di Taman Nasional Ujung Kulon.
Pengenalan terhadap satwa tersebut kepada generasi muda diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.
Melalui kegiatan seperti World Rhino Day, pesan konservasi tidak hanya disampaikan sebagai informasi, tetapi juga dikenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.
Dengan begitu, kepedulian terhadap satwa liar dan lingkungan diharapkan dapat tumbuh sejak dini dan tidak berhenti pada momentum peringatan World Rhino Day saja. (Mur)


