KitaBogor – Menikmati kopi bagi masyarakat perkotaan kini tidak selalu tentang secangkir minuman. Kedai kopi juga menjadi tempat untuk bertemu, berbincang, bekerja, hingga sekadar mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari.
Melihat kebiasaan tersebut, Mercure Jakarta Gatot Subroto menghadirkan Wayang Café, ruang kuliner dengan konsep Kopitiam yang memadukan cita rasa lokal, budaya kedai kopi Asia Tenggara, dan sentuhan modern.
Berada di Jl. Gatot Subroto No. Kav. 1, Jakarta Selatan, Wayang Café dapat menjadi pilihan bagi tamu hotel maupun masyarakat umum yang ingin menikmati kopi, makanan ringan, atau menghabiskan waktu dalam suasana yang lebih santai.
Lokasinya yang berada di kawasan Gatot Subroto dan dekat dengan Pancoran juga membuat café ini mudah dijangkau dari sejumlah kawasan bisnis Jakarta Selatan, seperti Kuningan, Mega Kuningan, Sudirman, dan SCBD.
Membawa Semangat Kopitiam ke Jakarta
Konsep Kopitiam yang dihadirkan Wayang Café terinspirasi dari budaya kedai kopi Asia Tenggara yang sejak lama menjadi tempat untuk menikmati kopi dan makanan sekaligus bertemu dan berbincang.
Konsep tersebut kemudian dikemas dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan unsur lokal.
Suasana yang casual membuat Wayang Café tidak hanya ditujukan untuk menikmati kopi. Tempat ini juga dapat digunakan untuk casual meeting, diskusi, maupun berkumpul bersama komunitas dan asosiasi dalam suasana yang tidak terlalu formal.
Sebagai salah satu outlet Food & Beverage di Mercure Jakarta Gatot Subroto, Wayang Café dirancang untuk mengikuti berbagai kebutuhan pengunjung, mulai dari menikmati kopi di pagi hari hingga mencari tempat beristirahat di sela aktivitas.
Ada Mee Mamak hingga Kopi Butter Malaka
Pilihan menu menjadi bagian penting dari pengalaman Kopitiam di Wayang Café.
Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan mulai dari kopi, minuman non-kopi, pastry, cakes, gelato, hingga light bites.
Salah satu menu yang menjadi pilihan adalah Mee Mamak, sajian mi dengan seafood yang memiliki cita rasa kaya dan aroma rempah khas Melayu.
Sementara untuk minuman, ada Kopi Butter Malaka, perpaduan kopi hitam dan butter yang memberikan karakter rasa berbeda dari sajian kopi pada umumnya.
Pilihan tersebut dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan, baik untuk sarapan, menemani waktu istirahat, maupun bersantai sepanjang hari.
Ruang untuk Bertemu dan Berbincang
General Manager Mercure Jakarta Gatot Subroto Koko Baskoro mengatakan. Pengalaman menikmati kopi juga berkaitan dengan suasana dan interaksi yang tercipta di sebuah tempat.
“Bagi kami, menikmati kopi bukan hanya tentang apa yang ada di dalam cangkir. Tetapi juga tentang bagaimana sebuah tempat dapat menciptakan ruang untuk berbagi cerita dan menikmati kebersamaan,” ujar Koko.
Wayang Café memiliki kapasitas sekitar 30 orang, sehingga suasananya dibuat lebih intimate dan nyaman untuk berbagai aktivitas dalam kelompok kecil.
Pengunjung dapat datang sendiri, bertemu rekan kerja, maupun menggunakannya sebagai ruang berkumpul bersama komunitas.
Assistant Marketing Communication Manager Mercure Jakarta Gatot Subroto Tria Anggraeni mengatakan. Konsep Wayang Café berangkat dari gagasan untuk membawa semangat Kopitiam ke dalam keseharian masyarakat Jakarta.
“Wayang Café kami bangun dari ide sederhana: membawa semangat Kopitiam ke dalam keseharian Jakarta. Sebagai tempat untuk bertemu, berbincang, atau sekadar menikmati waktu dengan cara yang lebih santai,” ungkap Tria.
Melengkapi Pilihan Kuliner di Hotel
Kehadiran Wayang Café turut menambah pilihan tempat makan dan minum di Mercure Jakarta Gatot Subroto.
Selain Wayang Café, hotel tersebut juga memiliki White Rock Terrace, Batavia, Flora, dan Grand Café, yang masing-masing menawarkan konsep dan pengalaman berbeda.
Dengan konsep Kopitiam dan pendekatan yang lebih modern, Wayang Café hadir sebagai ruang yang dekat dengan keseharian masyarakat urban.
Bukan hanya tempat untuk menikmati kopi, café ini juga menawarkan ruang untuk bertemu, berbincang, dan mengambil jeda di tengah ritme Jakarta yang dinamis. (Mur)


