UMKM Mulai Kurangi Ketergantungan Marketplace, Website Sendiri Kini Jadi Strategi Baru

0
4
UMKM Mulai Kurangi Ketergantungan Marketplace, Website Sendiri Kini Jadi Strategi Baru

KitaBogorMarketplace masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital Indonesia. Namun di tengah perubahan industri e-commerce yang semakin dinamis, banyak pelaku UMKM kini mulai membangun strategi digital yang lebih berkelanjutan dengan memperkuat kanal penjualan milik sendiri, termasuk website bisnis.

Fenomena ini mulai terlihat di berbagai negara Asia Tenggara. Berdasarkan laporan VietnamNet yang mengutip riset Metric, jumlah penjual aktif di empat marketplace besar Vietnam mengalami penurunan lebih dari 7 persen secara tahunan. Ribuan seller tercatat tidak lagi aktif berjualan dalam satu tahun terakhir.

Di Indonesia, sepanjang 2025 hingga awal 2026, sejumlah platform marketplace juga mulai melakukan penyesuaian biaya layanan seller sebagai bagian dari perkembangan ekosistem digital. Selain komisi penjualan, pelaku usaha kini menghadapi berbagai biaya tambahan yang menjadi perhatian para penjual online.

Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat tata kelola ekonomi digital melalui kebijakan perpajakan transaksi online tertentu di marketplace. Kondisi tersebut memicu diskusi baru di kalangan pelaku UMKM mengenai pentingnya diversifikasi kanal penjualan agar bisnis lebih stabil dan tidak bergantung pada satu platform saja.

VP dan Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan marketplace tetap memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pasar UMKM. Namun saat ini banyak bisnis mulai menyadari pentingnya memiliki website sendiri sebagai aset digital jangka panjang.

“Website memungkinkan bisnis membangun hubungan pelanggan yang lebih personal, memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan brand. Serta mengelola pengalaman pelanggan secara lebih optimal,” ujarnya.

Menurutnya, tren global juga menunjukkan banyak brand direct-to-consumer mulai mengombinasikan marketplace, website resmi, media sosial. Hingga komunitas pelanggan dalam strategi omnichannel mereka.

Exabytes Indonesia juga mendorong UMKM untuk mulai membangun “rumah digital” sendiri melalui website sebagai pusat aktivitas bisnis online jangka panjang.

Selain memperkuat identitas brand, website kini dinilai berkembang menjadi pusat komunikasi, transaksi. Hingga pengelolaan data pelanggan yang semakin penting di era digital modern. (Mur)

Previous articleFLOII Expo 2026 Angkat Tren Nature Lifestyle, Hadirkan Koleksi Tanaman hingga Workshop Kreatif
Next articleMG Motor Indonesia Perkuat Ekspansi Mobil Listrik Lewat Peluncuran MGS5 EV di 3 Kota