KitaBogor – Perubahan positif tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Donasi, memberikan pakaian layak pakai, hingga keputusan sederhana untuk membantu sesama dapat menjadi bagian dari perubahan ketika dilakukan secara bersama-sama.
Semangat tersebut menjadi benang merah dalam sesi diskusi The Power of Small Acts yang menghadirkan Vikra Ijas, Co-Founder Kitabisa; Mary Sutedja, Project Leader PEACE FOR ALL dari Save the Children Indonesia; serta Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO).
Dalam diskusi tersebut, Vikra menyoroti budaya gotong royong sebagai salah satu kekuatan masyarakat Indonesia dalam menciptakan perubahan sosial.
“Sering kali kita merasa apa yang kita lakukan terlalu kecil untuk membawa perubahan. Padahal, semangat gotong royong mengajarkan bahwa ketika banyak orang mengambil bagian, kontribusi sederhana dapat bertumbuh menjadi dampak yang jauh lebih besar. Tidak ada kontribusi yang terlalu kecil ketika kita bergerak bersama,” ujar Vikra.
Semangat tersebut sejalan dengan keyakinan UNIQLO melalui konsep The Power of Clothing, yang menempatkan pakaian bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Di UNIQLO, kami percaya bahwa pakaian memiliki kekuatan yang melampaui fungsinya sebagai kebutuhan sehari-hari. Pakaian dapat menghadirkan rasa nyaman, menjaga martabat, membuka kesempatan, dan menjadi cara sederhana bagi setiap orang untuk berkontribusi kepada sesama. Inilah yang kami sebut sebagai The Power of Clothing,” ungkap Irma Yunita.
Melalui berbagai inisiatif sosial yang melibatkan pelanggan, karyawan, komunitas, dan organisasi mitra, UNIQLO berupaya membuka ruang partisipasi agar semakin banyak orang dapat menjadi bagian dari perubahan positif.
Dari Tindakan Kecil Menjadi Dampak Kolektif
Salah satu contoh diwujudkan melalui program Satu untuk Seribu, yang mengajak pelanggan berpartisipasi mendukung guru honorer di Indonesia.
Berkolaborasi dengan Kitabisa, program tersebut memberikan dukungan kepada 1.000 guru honorer di 12 provinsi. Sebanyak 70 persen penerima manfaat berada di wilayah Indonesia Timur, dengan cakupan 176 sekolah mitra dan 69 persen penerima manfaat merupakan guru perempuan.
Dalam rangkaian program tersebut, setiap transaksi pelanggan selama 1–31 Agustus 2026 dikonversikan menjadi donasi Rp1.000. Inisiatif ini kemudian diwujudkan dalam bantuan tunai sebesar Rp1 miliar dan 1.400 pakaian bagi 1.000 guru honorer.
Donasi tersebut disalurkan dalam bentuk tunjangan sebesar Rp500.000 per bulan serta bantuan pakaian sehari-hari, termasuk koleksi hijab UNIQLO.
Contoh lainnya hadir melalui PEACE FOR ALL, inisiatif amal global UNIQLO yang mengajak masyarakat berkontribusi terhadap isu kemanusiaan melalui pembelian kaus amal.
Di Indonesia, seluruh keuntungan dari penjualan T-shirt PEACE FOR ALL diteruskan melalui Save the Children untuk mendukung sekolah-sekolah di Bandung dan Yogyakarta, khususnya dalam proyek anti-bullying serta perbaikan fasilitas sekolah.
Mary Sutedja, Project Leader PEACE FOR ALL dari Save the Children, mengatakan kolaborasi berbagai pihak dapat menghadirkan dampak yang lebih luas bagi anak-anak dan lingkungan belajar.
“Ketika banyak pihak bergerak bersama, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak. Bersama UNIQLO, kami telah menjangkau 16 sekolah dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif, menunjukkan bagaimana kontribusi sederhana dapat berkembang menjadi perubahan yang nyata bagi komunitas,” ujarnya.
Dampak Sosial UNIQLO Sepanjang Tahun Fiskal 2026
Sepanjang tahun fiskal 2026, yang berlangsung dari September 2025 hingga Agustus 2026, UNIQLO Indonesia menjalankan berbagai program sosial yang mencakup pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan.
1. Memperpanjang Usia Pakaian melalui RE.UNIQLO
Melalui kegiatan RE.UNIQLO Community Day, sebanyak 12.000 pakaian layak pakai hasil donasi pelanggan disalurkan kepada 1.000 keluarga di Bekasi Barat.
Sementara pakaian yang sudah tidak layak pakai dikelola melalui kolaborasi dengan PABLE Indonesia. Sebanyak 600 kilogram pakaian diolah menjadi sekitar 3.600 meter kain daur ulang yang rencananya digunakan sebagai material tas ransel sekolah.
Tas tersebut direncanakan untuk disalurkan kepada anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatra dan Aceh Utara serta sekitarnya.
2. Terima Kasih Indonesia dan Arigato Indonesia
Partisipasi pelanggan juga menjadi bagian dari program Terima Kasih Indonesia. Melalui program Satu untuk 1.000 dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia, setiap transaksi selama 1–31 Agustus 2026 dikonversikan menjadi donasi Rp1.000.
Program tersebut menghasilkan bantuan tunai Rp1 miliar dan 1.400 pakaian untuk mendukung 1.000 guru honorer di berbagai wilayah Indonesia melalui Kitabisa.
Sementara melalui program Arigato Indonesia pada November 2025, UNIQLO menjalankan inisiatif “1 Story = 1 Donation”. Setiap unggahan pelanggan dikonversikan menjadi dukungan berupa pakaian.
Sebanyak 1.000 T-shirt DRY-EX kemudian disalurkan kepada petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan untuk mendukung kenyamanan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
3. The Heart of LifeWear
Inisiatif The Heart of LifeWear lahir dari pertanyaan mengenai hal-hal yang dapat membuat kehidupan menjadi lebih baik serta komitmen UNIQLO untuk menghadirkan kontribusi melalui LifeWear.
Sejak dimulai pada musim dingin 2024, UNIQLO menyatakan telah mendonasikan lebih dari satu juta produk HEATTECH, AIRism, dan produk lainnya setiap tahun kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai negara.
Di Indonesia, pada penghujung 2025, sebanyak 15.500 pakaian baru AIRism disalurkan melalui berbagai mitra dan kegiatan sosial.
Penerima manfaat tersebar di sembilan desa di sekitar Candi Borobudur, Pasukan Oranye, Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin Bandung, serta pengungsi yang memperoleh kesempatan belajar di Roshan Learning Center, Jakarta.
4. Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana
Ketika masyarakat menghadapi bencana, UNIQLO juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui sejumlah mitra.
Untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra, dukungan yang disalurkan mencapai Rp11,1 miliar dan 30.000 pakaian. Bantuan tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 67.000 penerima manfaat.
Dukungan mencakup pakaian, kebutuhan air bersih dan sanitasi, perlindungan anak dan perempuan, dukungan psikososial, serta pendidikan darurat. Penyaluran dilakukan melalui Palang Merah Indonesia, Save the Children Indonesia, Plan International Indonesia, dan Kemenko PM.
Bantuan juga diberikan kepada masyarakat terdampak gempa. Di Flores, Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Di Flores, UNIQLO menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp500 juta. Terdiri atas bantuan in-kind melalui PMI, donasi tunai melalui Kitabisa, serta 2.000 potong pakaian.
Sementara untuk masyarakat terdampak kebakaran di Lombok, bantuan senilai Rp250 juta disalurkan melalui PMI dalam bentuk kebutuhan darurat dan 1.200 potong pakaian.
5. PEACE FOR ALL, Karya Kolaborator Global
PEACE FOR ALL merupakan proyek amal global UNIQLO yang menghadirkan T-shirt hasil kolaborasi dengan berbagai tokoh dunia untuk menyampaikan pesan perdamaian.
Hingga Juni 2026, program tersebut telah menjual lebih dari 11,1 juta T-shirt dengan total donasi mencapai US$20,6 juta secara global.
Di Indonesia, implementasi program bersama Save the Children telah dilakukan sejak 2024. Untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi anak serta komunitas di Yogyakarta dan Bandung.
Di Yogyakarta, program menjangkau 2.323 anak usia 10–19 tahun dan 3.447 orang dewasa. Sekaligus mendukung enam sekolah dalam memiliki SOP anti-kekerasan dan membangun lima fasilitas sanitasi inklusif.
Sementara di Bandung, program mencakup child-led peacebuilding di tujuh sekolah. Instalasi PEACE FOR ALL Safe Boxes, serta renovasi 48 toilet dan tujuh urinal di enam sekolah.
Berbagai program tersebut memperlihatkan bagaimana kontribusi yang dimulai dari tindakan sederhana dapat berkembang menjadi dampak kolektif ketika dilakukan secara konsisten.
Bagi UNIQLO, perubahan sosial tidak hanya lahir dari satu tindakan besar yang dilakukan sesekali. Tetapi juga dari banyak tindakan kecil yang dilakukan bersama oleh pelanggan, karyawan, komunitas, dan mitra organisasi sosial.
Semangat The Power of Small Acts pun menjadi pengingat. Bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat memiliki arti ketika menjadi bagian dari gerakan bersama. (Hen)


