Tak Lagi Jalan Sendiri, Produser Film Indonesia Kompak! Ini Dampaknya untuk Industri Nasional

0
4
Tak Lagi Jalan Sendiri, Produser Film Indonesia Kompak! Ini Dampaknya untuk Industri Nasional

KitaBogor Industri perfilman nasional memasuki fase baru setelah tiga asosiasi produser utama, yakni Persatuan Perusahaan Film Indonesia, Asosiasi Produser Film Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia, sepakat bersatu dalam satu wadah bernama Forum Produser Film Indonesia.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman Tanah Air, sekaligus sinyal kuat bahwa industri membutuhkan tata kelola yang lebih modern, inklusif, dan berbasis kolaborasi.

Forum ini dirancang sebagai ruang dialog berkelanjutan untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan produksi hingga distribusi film di masa depan.

Manifes Produser Film Indonesia

Dalam pertemuan perdana, forum tersebut melahirkan dokumen penting bertajuk Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen ini berfungsi sebagai pernyataan sikap sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem perfilman yang lebih sehat.

Dalam manifes tersebut ditegaskan bahwa produser merupakan lokomotif utama industri yang perlu dilibatkan secara aktif dalam perumusan kebijakan nasional.

Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya tata kelola industri yang transparan dan akuntabel, termasuk penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir serta penerapan standar pembiayaan yang adil.

Dorong Film Jadi Sektor Strategis

Forum Produser Film Indonesia juga mendorong pemerintah untuk mengakui film sebagai sektor strategis nasional. Hal ini dinilai penting mengingat kontribusi industri film terhadap ekonomi kreatif serta peranannya dalam diplomasi budaya.

Para produser juga meminta adanya dukungan nyata dari negara. Mulai dari insentif, perlindungan distribusi, hingga kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan industri.

Di sisi lain, forum berkomitmen membangun basis data industri yang akurat sebagai landasan perencanaan ke depan. Termasuk data produksi dan jumlah penonton.

Tolak Monopoli, Dorong Kolaborasi

Forum ini secara tegas menolak praktik monopoli dan model bisnis yang tidak seimbang. Sebaliknya, mereka mendorong kolaborasi lintas asosiasi guna memperkuat daya saing industri film Indonesia di kancah global.

Komitmen lain yang ditekankan adalah perlindungan terhadap pekerja film dari praktik eksploitasi, serta penguatan prinsip profesionalisme dan meritokrasi dalam industri.

Dengan terbentuknya forum ini, ketiga asosiasi berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap perfilman global, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan. (Mur)

Previous articleTaiwan Travel Fair Diserbu! Ini Alasan Indonesia Jadi Pasar Utama
Next articleResmi Dibuka! Mercure Jakarta Grogol Hadirkan Staycation Mewah