Saturday, 22 August 2026
Home Lokal Sekolah Rakyat Permanen Jasinga Mulai Tahun Ajaran Baru, Buka Harapan 270 Siswa

Sekolah Rakyat Permanen Jasinga Mulai Tahun Ajaran Baru, Buka Harapan 270 Siswa

0
5
Sekolah Rakyat Permanen Jasinga Mulai Tahun Ajaran Baru, Buka Harapan 270 Siswa

KitaBogor – Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Bogor di Kecamatan Jasinga resmi memulai kegiatan pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027. Dimulainya aktivitas sekolah ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Jumat (21/8/2026).

Momen tersebut bukan sekadar menjadi awal kegiatan belajar mengajar bagi para siswa. Kehadiran Sekolah Rakyat Permanen Jasinga juga membawa harapan baru bagi ratusan anak Kabupaten Bogor untuk mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Mewakili Bupati Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam mewujudkan Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Bogor.

“Hari ini bukan sekadar dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Hari ini kita membuka harapan baru, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak Kabupaten Bogor untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Ajat saat membacakan sambutan Bupati Bogor.

Pendidikan Jadi Jalan Membuka Kesempatan

Ajat menegaskan, pembangunan Kabupaten Bogor tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat. Pendidikan juga diharapkan mampu menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang dapat berlangsung antargenerasi.

“Kita ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak menjadi warisan antar generasi, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai tersebut,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi 270 siswa yang menjadi peserta didik gelombang pertama Sekolah Rakyat Permanen Jasinga.

Ajat berpesan agar para siswa tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi keluarga. Ia mengingatkan bahwa latar belakang bukanlah penentu tunggal masa depan seseorang.

Pemerintah, kata dia, hadir untuk memastikan setiap anak memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita.

“Jangan pernah merasa rendah diri karena keadaan keluarga. Masa depan tidak ditentukan dari mana kita berasal, melainkan dari kemauan kita untuk terus belajar dan bekerja keras,” pesan Bupati Bogor melalui Sekda.

270 Siswa Memulai Perjalanan Baru

Dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi langkah awal bagi 270 siswa Sekolah Rakyat Permanen Jasinga untuk menjalani lingkungan pendidikan baru.

Melalui MPLS, para peserta didik tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah. Tetapi juga mulai membangun pengalaman dan semangat baru dalam menjalani proses pendidikan.

Kehadiran Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Bogor diharapkan dapat memperluas akses pendidikan. Sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara lebih optimal.

Lebih dari sekadar bangunan sekolah, Sekolah Rakyat Permanen Jasinga membawa pesan bahwa pendidikan dapat menjadi pintu untuk membuka peluang yang lebih luas.

Bagi 270 siswa yang memulai langkah pertamanya tahun ini, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar, berkembang, dan perlahan mewujudkan cita-cita yang mereka impikan. (Mur)

Previous articlePos Properti Bawa Lima Proyek Hunian ke Danantara Housing Expo 2026