Thursday, 22 October 2026
Home Nasional Santai Seaplane Gandeng Kemenpar, Siapkan Konektivitas Wisata Kepulauan dari Bali

Santai Seaplane Gandeng Kemenpar, Siapkan Konektivitas Wisata Kepulauan dari Bali

0
2
Santai Seaplane Gandeng Kemenpar, Siapkan Konektivitas Wisata Kepulauan dari Bali

KitaBogor – Santai Seaplane, bagian dari Seaplane Asia, menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengembangkan akses udara menuju destinasi pesisir dan kepulauan. Operasi awal direncanakan dimulai dari Bali pada 2026, dengan pengembangan jaringan yang menyasar sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan CEO Seaplane Asia Group Dennis Keller dan CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana serta Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini.

Pembahasan mencakup pengembangan jaringan penerbangan seaplane, penjajakan titik pendaratan di perairan, serta kemungkinan mengintegrasikan layanan tersebut dengan promosi pariwisata nasional.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak destinasi alam dan pesisir yang belum mudah dijangkau melalui jalur transportasi konvensional. Layanan pesawat amfibi atau seaplane diharapkan menjadi alternatif perjalanan langsung dari pusat transportasi menuju destinasi yang memiliki keterbatasan akses.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai konektivitas yang fleksibel dapat membuka peluang pengembangan destinasi sekaligus mendukung ekonomi masyarakat setempat.

Menurut Widiyanti, kemitraan ini berpotensi menghubungkan kawasan pesisir terpencil dengan pusat transportasi utama, sehingga memperluas peluang pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di wilayah kepulauan.

CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat mengatakan, pengembangan jaringan seaplane diarahkan untuk menyediakan pilihan akses yang lebih langsung menuju destinasi pesisir dan kepulauan.

Ia berharap peningkatan konektivitas dapat memperluas jangkauan pasar wisata sekaligus membuka kesempatan bagi destinasi dan komunitas lokal untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan pariwisata.

Jajaki rute dari Bali ke sejumlah destinasi

Santai Seaplane merencanakan pengoperasian awal dari Bali dan sejumlah destinasi di sekitarnya pada 2026. Dalam tahap pengembangan jaringan, perusahaan menjajaki titik pendaratan di Benoa, Bali; Pantai Sira dan Mandalika di Lombok; Labuan Bajo; Kepulauan Kangean; Maluku Utara; serta Danau Toba.

Perusahaan merencanakan penggunaan pesawat amfibi bersertifikasi yang dapat lepas landas dan mendarat di darat maupun di air. Santai Seaplane juga menyiapkan penerbangan demonstrasi untuk memperkenalkan kemampuan layanan kepada mitra destinasi dan pelaku industri, termasuk rencana penerbangan VIP di Labuan Bajo bersama Kementerian Pariwisata.

Selain itu, Kementerian Pariwisata mendorong penjajakan rute menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan tersebut menjelang konferensi kuliner yang direncanakan berlangsung pada 2027.

Dalam aspek promosi, armada Santai Seaplane direncanakan membawa identitas pariwisata nasional Wonderful Indonesia atas undangan Kementerian Pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat membantu memperluas visibilitas promosi destinasi Indonesia.

Perluas peluang ekonomi lokal

Pengembangan jaringan seaplane diharapkan membuat perjalanan antardestinasi lebih terintegrasi dan memberi wisatawan lebih banyak pilihan untuk menjelajahi alam serta budaya Indonesia.

Akses yang lebih baik juga berpotensi mendorong wisatawan mengunjungi lebih banyak destinasi dan memperpanjang masa tinggal. Dengan demikian, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan dapat menjangkau komunitas lokal di luar kawasan yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.

Meski demikian, sejumlah rute dan titik pendaratan masih berada dalam tahap penjajakan. Rencana operasional awal dari Bali pada 2026 menjadi bagian dari persiapan Santai Seaplane untuk mengembangkan konektivitas udara menuju destinasi pesisir dan kepulauan Indonesia. (Mur)

Previous articleMAKA Grup Kembali Gelar MAKA Fest 2026, Satukan 1.800 Karyawan di Cibinong