KitaBogor – Kemegahan Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kota Bogor pada Jumat malam (8/5/2026) bukan hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya Sunda. Di balik ramainya warga yang memadati jalur kirab, ada peran banyak pihak yang ikut bekerja memastikan acara berjalan aman dan lancar. Salah satunya dari jajaran Radio Antar Penduduk Indonesia atau RAPI Kota Bogor.
Sejak sore hari, anggota RAPI dari enam kecamatan di Kota Bogor sudah bersiaga di berbagai titik jalur kirab budaya. Yang dimulai dari kawasan Museum Pajajaran Batutulis hingga berakhir di Lawang Suryakancana.
Dengan handy talky (HT) di tangan, mereka aktif memantau situasi sekaligus menjaga komunikasi antarpetugas di lapangan. Agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib.
Ketua RAPI Kota Bogor, Jon Suryayuda Soedarso, mengatakan. Keterlibatan RAPI dalam kirab budaya merupakan bentuk kepedulian terhadap Kota Bogor sebagai tuan rumah kegiatan budaya besar tingkat Jawa Barat.
“Kami juga bagian dari Kota Bogor ini, sehingga kami akan ikut membantu agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya di sela kegiatan.
Tak hanya berjaga di jalur kirab, sejumlah anggota RAPI juga mendirikan pos radio komunikasi di beberapa titik. Untuk memastikan koordinasi tetap tersambung tanpa kendala di tengah padatnya massa warga yang hadir.
Kirab budaya yang dipimpin langsung oleh Dedi Mulyadi itu berlangsung meriah hingga lewat tengah malam. Ribuan warga memadati kawasan Batutulis hingga Suryakancana untuk menyaksikan arak-arakan budaya dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Meski dipadati masyarakat, kegiatan berlangsung relatif aman dan lancar hingga selesai sekitar pukul 00.30 WIB.
Setelah seluruh rangkaian selesai, anggota RAPI Kota Bogor berkumpul untuk melakukan evaluasi sekaligus penutupan kegiatan sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Di tengah kemeriahan budaya dan sorotan publik kepada kirab Mahkota Binokasih, kehadiran para relawan komunikasi seperti RAPI menjadi bagian penting yang ikut menjaga jalannya acara tetap kondusif. (Ckr03)

