KitaBogor – Kota Bogor berhasil masuk dalam 12 besar West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, bagian dari rangkaian West Java Investment Summit (WJIS) yang diselenggarakan DPMPTSP Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut diraih melalui proyek RSUD Kota Bogor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menarik minat investor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima langsung panitia site visit 12 proyek terbaik WJIC 2026 di Balai Kota Bogor, Rabu (2/9/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kota Bogor menembus 12 besar dari 40 proyek terbaik yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Kota Bogor melalui proyek RSUD ini berhasil menjadi satu di antara 12 yang terbaik,” ujar Muslimin.
Menurutnya, proses kurasi WJIC tahun ini dilakukan lebih selektif dibandingkan tahun sebelumnya. Proses tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, calon investor, hingga perbankan.
Setelah masuk 12 besar, setiap proyek kemudian menjalani proses verifikasi melalui site visit. Tahapan ini dilakukan untuk melihat secara langsung komitmen pemerintah daerah dan kepala daerah terhadap proyek yang ditawarkan.
Setelah proses site visit, peserta akan mengikuti tahap presentasi untuk menentukan lima proyek terbaik atau top five tingkat Jawa Barat.
Tak hanya kompetisi, WJIC juga diarahkan agar proyek yang masuk dapat benar-benar berlanjut ke tahap investasi.
“Besar harapan kami, ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana proyek investasi ini benar-benar terealisasi dan dapat berguna bagi masyarakat,” kata Muslimin.
RSUD Kota Bogor Jadi Proyek yang Ditawarkan
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, visitasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang investasi bagi pengembangan RSUD Kota Bogor.
Saat ini, RSUD Kota Bogor memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan melayani masyarakat Kota Bogor maupun pasien dari luar daerah.
Dedie menyebut perkembangan RSUD dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan.
“Alhamdulillah RSUD Kota Bogor selama lima tahun terakhir sudah berubah total. Dari yang tadinya mungkin masih dianggap rumah sakit yang tidak diperhitungkan, tetapi saat ini kondisinya sudah semakin membaik,” ujarnya.
Melalui WJIC, Pemkot Bogor juga melihat peluang untuk menghadirkan skema creative financing. Sebagai alternatif pembiayaan pembangunan yang tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Dedie berharap kompetisi yang digelar DPMPTSP Jawa Barat tersebut dapat membuka kesempatan bagi Kota Bogor. Untuk memodelkan pengembangan proyek RSUD melalui alternatif pembiayaan.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat Heni Rahmawati mengatakan site visit menjadi tahapan penting untuk melihat kesiapan proyek secara lebih menyeluruh.
Mulai dari kesiapan lahan hingga berbagai aspek pendukung lainnya menjadi bagian yang akan diperhatikan dalam proses penilaian.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk komitmen awal dan kesepahaman untuk mendukung pengembangan proyek dalam WJIC 2026.
LoI ditandatangani oleh RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia, dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat. (Mur)


