KitaBogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Lampung. Luna Alina Lo, siswi kelas II SMP Lentera Harapan yang berlatih di Dwi Puspa Swimming Club Tulang Bawang, sukses membawa pulang empat medali pada Kejuaraan Renang Piala Kemenpora RI 2026.
Kejuaraan tingkat nasional yang berlangsung di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, pada 10–12 Juli 2026 tersebut diikuti 2.780 atlet dari 117 klub dan sekolah yang berasal dari 16 provinsi di Indonesia. Ajang bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.
Dalam kompetisi tersebut, Luna tampil impresif dengan meraih Juara 1 nomor 25 Meter Gaya Bebas Fins Putri, serta Juara 2 pada nomor 25 Meter Gaya Dada Putri, 25 Meter Gaya Punggung Putri, dan 25 Meter Gaya Kupu-Kupu Fins Putri.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia muda di Lampung mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Prestasi Luna juga diharapkan mampu menginspirasi lahirnya atlet-atlet renang muda berprestasi dari daerah.
Pelatih Dwi Puspa Swimming Club, Coach Diah Anggraini, mengatakan. Keberhasilan Luna merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kemauan belajar yang tinggi, serta dukungan penuh dari keluarga.
“Alina memiliki semangat berlatih yang luar biasa. Ia cepat memahami arahan, disiplin, dan selalu ingin memperbaiki catatan waktunya. Empat medali ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Diah.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus membina kemampuan teknik, mental bertanding, dan karakter Luna agar siap menghadapi kejuaraan yang lebih besar di masa mendatang.
Rasa bangga juga disampaikan ibunda Luna, Francesca, yang mengaku terharu melihat kerja keras putrinya membuahkan hasil.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada Coach Diah dan seluruh keluarga besar Dwi Puspa Swimming Club yang telah membimbing Alina dengan penuh kesabaran. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengharumkan nama Lampung serta Indonesia,” tuturnya.
Luna sendiri mengaku keberhasilannya tidak lepas dari dukungan pelatih dan kedua orang tuanya.
“Terima kasih kepada Ibu Diah yang sudah melatih saya dengan sabar dan kepada orang tua yang selalu mendukung,” ujar Luna.
Ia juga mengungkapkan prinsip hidup yang selalu dipegang sejak kecil.
“Papa saya selalu bilang, jangan pernah bilang tidak bisa sebelum mencoba,” katanya.
Prestasi Luna menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas latihan di daerah bukan penghalang untuk meraih prestasi nasional. Dengan disiplin, kerja keras, dan mental juara, atlet muda dari daerah pun mampu bersaing dengan perenang terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. (Hen)


