Wednesday, 7 October 2026
Home Lokal Prabowo Hibahkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor

Prabowo Hibahkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor

0
3
Prabowo Hibahkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor

KitaBogor – Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menghibahkan 160 unit becak listrik kepada warga Kota Bogor, khususnya para pengayuh becak lanjut usia (lansia).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh GSN kepada penerima manfaat dan disaksikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di halaman parkir Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Selasa (6/10/2026).

Becak listrik tersebut diproduksi PT Pindad dan merupakan bagian dari program yang ditujukan untuk mengurangi beban fisik para pengayuh becak lansia yang masih bekerja.

Becak listrik dapat diisi daya secara mandiri dengan total daya mencapai 220 Watt.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, Pemerintah Kota Bogor akan mengawal pemanfaatan bantuan tersebut agar dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi penerima.

“Pemerintah wajib mengawal program baik Pak Presiden ini. Bantuan ini diharapkan benar-benar bermanfaat karena penerimanya rata-rata lansia berusia di atas 55 tahun,” kata Jenal.

Dishub Siapkan Pelatihan dan Legalitas

Jenal menjelaskan, setelah bantuan diserahkan, terdapat sejumlah langkah yang akan dilakukan Pemkot Bogor. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan menjadi leading sector dalam memfasilitasi proses tersebut.

Salah satunya adalah pemberian surat izin mengemudi beserta pelatihan bagi penerima manfaat. Pelatihan diperlukan karena terdapat perbedaan cara pengoperasian antara becak listrik dan becak manual.

Selain legalitas pengemudi, pemerintah juga akan mengatur lokasi operasional becak listrik dengan mengacu pada regulasi yang berlaku di Kota Bogor.

Jenal menyebut terdapat Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 15 Tahun 2006 yang mengatur rute jalan yang tidak boleh dilalui kendaraan becak.

“Ketentuan tersebut harus kami kawal dan selaraskan agar program ini betul-betul berjalan dan bermanfaat bagi warga Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut Jenal, zona yang telah ditetapkan dalam regulasi tersebut tetap berlaku. Pada lokasi eksisting yang sudah ditentukan, becak lama akan ditarik dan dikonversi menjadi becak listrik.

Setidaknya terdapat 16 titik jalan yang dilarang dilintasi becak. Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pengayuh becak, dinilai penting dilakukan.

Siapkan Pangkalan dan Tempat Pengisian Daya

Pemkot Bogor juga telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota mengenai jalur yang masih diperbolehkan untuk dilalui becak.

Selain itu, pemerintah mengusulkan adanya pangkalan becak listrik yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengisian daya baterai.

Terkait tarif, Jenal mengatakan besaran tarif merupakan kesepakatan antara pengayuh dan penumpang. Namun, ia mengingatkan agar kesepakatan tersebut tidak memberatkan salah satu pihak.

“Untuk penerima bantuan, becak lamanya harus ditarik. Kami mengonversinya menjadi becak listrik untuk mengurangi beban mengayuh di usia rentan dan memastikan implementasinya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Jenal juga menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program personal Presiden Prabowo dan bukan bersumber dari APBN. Karena itu, menurutnya, pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Penerima Diminta Merawat dan Tidak Menjual Becak

Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama GSN, Nuryana, mengatakan terdapat perjanjian tertulis antara GSN dan para penerima becak listrik.

Dalam perjanjian tersebut, penerima manfaat berkomitmen untuk menjaga dan merawat becak listrik yang diterima. Becak tersebut juga tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.

Nuryana mengatakan perhatian terhadap pengayuh becak lansia menjadi salah satu bagian dari program bantuan tersebut.

“Concern Bapak Prabowo tidak hanya masalah nasional, tetapi juga hal-hal kecil yang tidak luput dari perhatian beliau. Salah satunya program bantuan becak listrik ini,” kata Nuryana.

Menurutnya, penggunaan becak listrik diharapkan dapat mengurangi beban tenaga pengayuh lansia sehingga mereka dapat tetap beroperasi dengan beban fisik yang lebih ringan.

Salah seorang penerima bantuan, Nana Suryana (65), menyampaikan terima kasih atas becak listrik yang diterimanya.

“Terima kasih Bapak Presiden atas bantuan ini. Semoga ini bisa bermanfaat dan menambah rezeki bagi kami,” ujar Nana. (Mur)

Previous articleTOP Coffee Bawa Pengalaman #SerasaDiCafe ke 4 Kota, Bagikan 10.000 Kopi Gratis
Next articlePemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah