
- Untuk pertama kalinya, Pesta Bebas Berselancar (PBB) digelar selama dua hari dengan menghadirkan 24++ musisi dan kolaborasi spesial di Gelora Pakansari, Bogor.
- Mengusung tema “Selamat Datang Kembali”, PBB ’26 menghadirkan ruang pertemuan bagi musik, komunitas, dan pelaku kreatif melalui berbagai program kolaboratif.
- Festival juga memperkuat komitmennya terhadap komunitas lokal, inklusivitas, dan keberlanjutan melalui area komunitas, keterlibatan UMKM, hingga pengelolaan sampah bersama Matters Project.

Cibinong, 23 Juni 2026 – Guyuran hujan yang turun selama dua hari berturut-turut tidak mengurangi antusiasme ribuan penonton yang memadati Gelora Pakansari dalam gelaran Pesta Bebas Berselancar (PBB) ’26. Untuk pertama kalinya sejak diselenggarakan, festival musik persembahan Memorise Fun Club ini hadir selama dua hari penuh dengan mengusung tema “Selamat Datang Kembali”, sebuah ajakan untuk kembali bertemu melalui musik, komunitas, dan pengalaman kolektif yang telah menjadi identitas PBB.
Diselenggarakan pada 20–21 Juni 2026, PBB kembali menjadikan Gelora Pakansari sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. Lebih dari sekadar festival musik, PBB terus berkembang sebagai wadah yang mempertemukan musisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga para penikmat musik dalam satu perayaan yang sama.
“Tahun ini menjadi langkah baru bagi PBB. Dengan penyelenggaraan selama dua hari, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih utuh bagi penonton, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi musisi, komunitas, dan berbagai kolaborasi kreatif untuk tumbuh bersama,” ujar Aditya Muhammad, Festival Commissioner Pesta Bebas Berselancar (PBB).
Untuk Pertama Kalinya, PBB Digelar Selama Dua Hari
Penyelenggaraan selama dua hari menjadi salah satu langkah baru dalam perjalanan PBB. Penambahan durasi ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pengunjung untuk menikmati rangkaian pertunjukan musik, program komunitas, hingga berbagai kolaborasi kreatif yang menjadi ciri khas festival.

Sepanjang dua hari penyelenggaraan, PBB menghadirkan 24 musisi lintas genre yang tampil dalam dua panggung utama. Sejumlah nama seperti Tulus, Hindia, .Feast, Nadin Amizah, Reality Club, Sal Priadi, Perunggu, FSTVLST, The Adams, Ayu Ting Ting, hingga Kelompok Penerbang Roket turut memeriahkan festival tahun ini.
Selain penampilan reguler, PBB juga menghadirkan sejumlah kolaborasi eksklusif yang hanya dapat disaksikan di festival ini, di antaranya Senandung Penghujung Senja, yang mempertemukan Parade Hujan, Danilla Riyadi, serta Endah n Rhesa dalam satu panggung, The Panturas Set Jepun bersama Tarawangsa Wellas, hingga kolaborasi lintas kota Skandal x Swellow yang mempertemukan semangat musik independen dari Yogyakarta dan Bogor.
Tengkulak Kalcer, Ruang Tumbuh bagi Komunitas Lokal
Selain menghadirkan penampilan para musisi, PBB ’26 juga memperluas peran Tengkulak Kalcer sebagai ruang ekspresi bagi komunitas kreatif lokal. Berkolaborasi dengan Surau Creative, area komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi berkembang menjadi panggung yang menghadirkan berbagai kolaborasi lintas disiplin seni.
Salah satu program yang mencuri perhatian adalah Halftime Show, sebuah pertunjukan kolaboratif yang mempertemukan teater Taat dari SMK 1 Tajurhalang dengan pertunjukan fire dance. Sepanjang festival, pengunjung juga disuguhkan beragam penampilan komunitas, mulai dari musik reggae Bogor, pertunjukan karinding dan rampak puisi, tari kontemporer, hingga kolaborasi black metal dengan pantomim yang menjadi warna tersendiri dalam pengalaman PBB tahun ini.
Festival yang Inklusif, Kreatif, dan Berkelanjutan
Selain menghadirkan pengalaman menikmati musik, PBB ’26 juga terus memperkuat komitmennya sebagai festival yang inklusif dan berkelanjutan. Area prioritas bagi penyandang disabilitas dan ibu hamil kembali disediakan, sementara lebih dari 32 tenant UMKM lokal turut meramaikan Dermaga Kuliner sebagai bagian dari dukungan terhadap ekonomi kreatif Bogor.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan Matters Project sebagai Waste Ranger. Selama dua hari penyelenggaraan, kolaborasi ini berhasil mengelola sekitar 1,2 ton sampah yang terdiri dari 388,45 kg plastik dan 821,55 kg residu, serta menghasilkan 609,87 kg carbon saving.
Semangat kolaborasi turut hadir melalui karya visual artist asal Bogor, Piqree, yang merancang key visual PBB ’26 sekaligus merchandise resmi festival. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi bersama Kelompok Penerbang Roket, Sukses Lancar Rejeki, dan The Panturas, serta instalasi visual interaktif dari kolektif kreatif P Dalam Gang yang memperkaya pengalaman selama festival berlangsung.
Sampai Bertemu Kembali
Selama dua hari penyelenggaraan, PBB ’26 menjadi ruang yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku kreatif, UMKM, dan ribuan penonton dalam satu perayaan yang sama. Di tengah hujan yang turun sepanjang festival, antusiasme para pengunjung menjadi bukti bahwa musik dan kebersamaan tetap menjadi alasan untuk kembali bertemu.
“PBB terus tumbuh bersama komunitas yang ada di dalamnya. Melihat antusiasme penonton, musisi, dan seluruh kolaborator sepanjang dua hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan festival yang relevan, inklusif, dan selalu dinantikan setiap tahunnya,” ujar Aditya Muhammad
Sampai bertemu kembali di rumah yang sama, dalam perayaan berikutnya!




