Saturday, 29 August 2026
Home Lifestyle Munas III SeaSoldier di Semarang Dorong Eco-Tourism Berbasis Komunitas Lokal

Munas III SeaSoldier di Semarang Dorong Eco-Tourism Berbasis Komunitas Lokal

0
3
Munas III SeaSoldier di Semarang Dorong Eco-Tourism Berbasis Komunitas Lokal

KitaBogor – SeaSoldier memperkuat konsolidasi organisasi dan kolaborasi lintas regional melalui Musyawarah Nasional (Munas) III yang digelar di Grand Edge Hotel, Semarang, 22–23 Agustus 2026.

Munas yang diselenggarakan setiap tiga tahun tersebut menjadi momentum peluncuran program eco-tourism SeaSoldier Xperience, sekaligus memperkuat mekanisme Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) berskala nasional.

Program SeaSoldier Xperience dikembangkan dengan pendekatan berbasis komunitas lokal. Model tersebut menempatkan masyarakat setempat sebagai bagian penting dalam pengembangan kegiatan wisata sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

Hari pertama Munas diisi dengan laporan program pusat dan regional, diskusi mengenai peluang dan tantangan di berbagai wilayah, serta penyusunan rencana aksi.

Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Program SeaSoldier Xperience.

Founder dan Executive Director SeaSoldier, Nadine Chandrawinata, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjalankan program konservasi.

“Pentingnya kolaborasi dan fokus pada lokal. Karena kami butuh lokal, masyarakat lokal yang paling tahu. Kalian yang paling tahu kondisi tempat tinggal masing-masing,” ujar Nadine.

Kehadiran Ramon Y. Tungka dan Medina Kamil dalam rangkaian Munas turut menjadi bagian dari diskusi penguatan program SeaSoldier Xperience.

Setelah agenda internal selesai, peserta mengikuti kunjungan ke Oemah Herborist dan city tour Semarang yang mencakup Lawang Sewu, Simpang Lima, Tugu Muda, Kota Lama dan Gereja Blenduk.

Perluas Edukasi Keberlanjutan

Hari kedua Munas dibuka untuk masyarakat umum dengan menghadirkan sejumlah kegiatan edukasi dan pengembangan kapasitas.

Workshop “Managing Green Organization for Green Jobs Opportunities” bersama Morika Maryam serta Workshop Mishka Project oleh Makaila Haifa menjadi bagian dari agenda tersebut.

Selain workshop, peserta dapat mengakses sejumlah booth yang menampilkan program konservasi dan inovasi lingkungan. Di antaranya Seasoldier Program Conservation, Regional Seasoldier, AI Waste Detection & Geospasial Technology dari Seasoldier Ambon, Mishka Project, serta sejumlah program dari mitra dan institusi pendidikan.

Puncak kegiatan diisi dengan talkshow “Gaya Hidup Berkelanjutan: Tren atau Kebutuhan?”.

Talkshow yang dimoderatori Founder dan COO SeaSoldier Dinni Septianingrum tersebut menghadirkan lima pembicara, yakni Hida, Nadine Chandrawinata, Rinco Berlian, Ramon Y. Tungka dan Medina Kamil.

Diskusi mengangkat penerapan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari konsumsi barang, pilihan pakaian, cara menikmati alam, konsumsi konten hingga pemeliharaan kesehatan.

Ramon Y. Tungka menyoroti peran storytelling dalam membentuk perspektif publik terhadap alam.

Menurutnya, cara masyarakat melihat lingkungan turut dipengaruhi oleh cerita dan konten yang dikonsumsi.

Sementara Rinco Berlian membahas pentingnya membedakan tren kebugaran dengan kebiasaan sehat yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Medina Kamil menambahkan bahwa keberlanjutan dalam menikmati alam juga perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga kesehatan diri.

Respons terhadap Persoalan Pesisir Semarang

Rangkaian Munas III ditutup dengan penanaman mangrove di Pantai Mangunharjo, Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk respons SeaSoldier terhadap persoalan lingkungan di Semarang. Terutama kompleksitas krisis iklim, laut dan sampah yang berdampak terhadap masyarakat pesisir.

Penurunan muka tanah atau land subsidence juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi kota tersebut. Dalam materi SeaSoldier disebutkan penurunan muka tanah di Semarang mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun.

Penanaman mangrove kemudian dipilih sebagai salah satu bentuk aksi lingkungan dalam rangkaian Munas III.

Bagi SeaSoldier, penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan kerja konservasi. Karena itu, Munas tidak hanya diarahkan pada aspek teknis konservasi, tetapi juga peningkatan kapasitas internal dan penguatan jejaring lintas regional.

Melalui forum tersebut, peserta memperoleh ruang untuk bertukar pengalaman mengenai organisasi, konservasi, green jobs, gaya hidup berkelanjutan hingga pemberdayaan isu pengungsi.

SeaSoldier berharap hasil Munas III dapat menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai inisiatif berkelanjutan di masing-masing regional.

Pendekatan berbasis komunitas lokal menjadi salah satu prinsip yang terus diperkuat agar kerja konservasi dapat berjalan secara kontekstual, kolaboratif dan berkelanjutan. (Hen)

Previous articleEIGER Nature Hadir di Bogor, Bawa Konsep Ekowisata dengan Petualangan yang Lebih BermaknaEIGER Nature Hadir di Bogor, Bawa Konsep Ekowisata dengan Petualangan yang Lebih Bermakna
Next articleSeptember Effect: Mengapa Pasar Saham dan Kripto Kerap Lebih Volatil di Bulan September?