Maroon 5 Tinggalkan Analog, Era Baru Audio Konser Dimulai

0
7
Maroon 5 Tinggalkan Analog, Era Baru Audio Konser Dimulai

KitaBogorSetelah lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia audio konser, Dave Rupsch akhirnya menyaksikan titik balik besar dalam teknologi panggung: berakhirnya dominasi sistem analog.

Sebagai monitor engineer yang pernah menangani artis besar seperti My Chemical Romance, Katy Perry, hingga Red Hot Chili Peppers, Rupsch telah melihat berbagai inovasi digital hadir di industri ini. Namun, satu hal yang selama ini belum sempurna adalah sistem transmisi in-ear monitor (IEM) digital yang stabil dan bebas gangguan.

Penantian panjang itu akhirnya terjawab saat tur Maroon 5 tahun 2025, ketika Rupsch mulai menguji teknologi Sennheiser Spectera—sistem wireless digital wideband dua arah pertama di dunia.

Sebelumnya, ia masih mengandalkan sistem analog yang semakin sulit diandalkan karena padatnya spektrum frekuensi UHF. Gangguan seperti noise dan interferensi menjadi tantangan serius, terutama di kota besar seperti Phoenix.

Awalnya, penggunaan Spectera hanya sebatas uji coba terbatas untuk kru. Namun, hasilnya langsung mencuri perhatian. Dalam waktu singkat, seluruh band beralih ke sistem ini setelah merasakan kualitas suara yang jauh lebih jernih tanpa gangguan khas analog seperti noise floor, pop, atau click.

Rupsch menyebut peningkatan ini memungkinkan para musisi lebih fokus pada detail suara dan performa. Bahkan, beberapa anggota band mengaku baru pertama kali mendengar suara mereka dengan kejernihan maksimal di atas panggung.

Tak hanya kualitas audio, sistem ini juga membawa perubahan besar dalam efisiensi kerja. Penggunaan kabel Cat 5 menggantikan konektor tradisional membuat instalasi lebih praktis dan fleksibel. Dukungan multi-antenna juga memastikan koneksi tetap stabil. Bahkan saat vokalis seperti Adam Levine bergerak bebas di area panggung hingga ke belakang layar.

Kini, menjelang tur stadion besar bersama My Chemical Romance pada 2026. Rupsch menyebut teknologi ini bukan lagi sekadar inovasi—melainkan kebutuhan.

Bagi industri audio konser, momen ini menjadi penanda bahwa era analog benar-benar mulai ditinggalkan. Digantikan oleh teknologi digital yang lebih presisi, stabil, dan revolusioner. (Mur)

Previous articleAnak Running Club Wajib Tahu! ISOPLUS Run 2026 Balik Lagi
Next articlePemkot Bogor Genjot Revitalisasi GOR Pajajaran, Target Jadi Kawasan Olahraga Berstandar Internasional