Lewat “Pesta Sambetan”, Para Perasuk Ajak Penonton Berdamai dengan Diri

0
5
Lewat “Pesta Sambetan”, Para Perasuk Ajak Penonton Berdamai dengan Diri

KitaBogorDi tengah banyaknya film dengan tema serupa, Para Perasuk hadir dengan pendekatan yang terasa berbeda. Karya terbaru dari Wregas Bhanuteja ini tidak sekadar bercerita, tetapi mengajak penonton menyelami emosi manusia dengan cara yang unik dan reflektif. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026.

Alih-alih menampilkan kerasukan sebagai sesuatu yang menyeramkan, film ini justru memaknainya sebagai bentuk pelarian sekaligus pelepasan emosi. Lewat konsep “Pesta Sambetan”, para karakter menyalurkan perasaan terdalam mereka—mulai dari ambisi, trauma masa lalu, hingga keinginan untuk berdamai dengan diri sendiri.

Cerita berpusat pada Bayu, yang diperankan oleh Angga Yunanda. Ia adalah sosok muda yang terobsesi menjadi perasuk terbaik. Namun di balik ambisinya, Bayu harus menghadapi kenyataan pahit: ancaman penggusuran desa dan hubungan yang merenggang dengan keluarganya. Kisah ini terasa dekat dengan realitas banyak orang—tentang bagaimana ambisi kadang membuat kita lupa pada hal yang benar-benar penting.

Sebelum tayang di Indonesia, Para Perasuk telah lebih dulu mencuri perhatian dunia melalui penayangan perdana di Sundance Film Festival 2026 dan sejumlah festival internasional lainnya. Antusiasme penonton dalam negeri pun tidak kalah besar, terbukti dari tiket early screening di berbagai kota yang ludes terjual.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain seperti Maudy Ayunda, Anggun, hingga Chicco Kurniawan yang menghadirkan performa emosional yang kuat.

Menariknya, emosi dalam film ini tidak hanya disampaikan lewat dialog, tetapi juga melalui gerakan tubuh dan koreografi yang orisinal. Setiap adegan terasa seperti bahasa lain untuk mengungkapkan rasa—dari ketakutan hingga cinta.

Lebih dari sekadar tontonan, Para Perasuk menjadi ruang refleksi tentang perjalanan manusia memahami dirinya sendiri. Sebuah pengingat bahwa di balik ambisi dan luka, selalu ada ruang untuk pulang dan berdamai. (Mur)

Previous articleSunscreen Saja Tak Cukup! Ini Cara Cerdas Hadapi Cuaca Panas di Kota Besar
Next articleWaspada! 93% Anak Indonesia Kena Karies Gigi, Ini yang Perlu Dicek dari Susu Formula