KitaBogor – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan mitra inspiratif yang dinilai memiliki kepedulian serta kontribusi nyata dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak.
Penghargaan tokoh inspiratif pemerhati anak diberikan kepada Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, Ketua Bidang I TP PKK Kota Bogor, Novia Jenal Mutaqin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor, Dewi Sondari Denny.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, bersama Komisioner KPAI Pusat, Ai Maryati Solihah, dan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Bogor, Nordiana, dalam kegiatan Gerakan Bersama Mewujudkan Kota Bogor Sebagai Kota Layak Anak yang digelar di halaman Kantor LPP RRI Bogor, Jalan Pangrango, Kota Bogor, Kamis (23/7/2026).
Apresiasi atas Komitmen Pemenuhan Hak Anak
Di bawah kepemimpinan Yantie Rachim, Tim Penggerak PKK Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan berbagai pemangku kepentingan terus menghadirkan beragam program untuk mendukung pemenuhan hak anak sekaligus memperkuat perlindungan terhadap mereka.
Sejumlah program yang telah dijalankan di antaranya Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif), Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS), Si Cerdik Balita, kunjungan ke posyandu, hingga berbagai inovasi lainnya yang berfokus pada tumbuh kembang anak.
KPAI Soroti Tiga Ruang yang Harus Aman bagi Anak
Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPAI Pusat, Ai Maryati Solihah, menegaskan. Pentingnya memastikan tiga ruang utama dalam kehidupan anak benar-benar aman dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual.
Ketiga ruang tersebut meliputi lingkungan keluarga atau rumah, satuan pendidikan seperti sekolah dan pesantren. Serta ruang digital yang mencakup internet dan media sosial.
Menurut Ai Maryati, perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.
Kasus Pengaduan Anak di Kota Bogor Meningkat
Sementara itu, Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, mengungkapkan. Bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya menerima 93 pengaduan terkait berbagai persoalan anak di Kota Bogor.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 64 kasus.
Berdasarkan data KPAID, sektor keluarga dan lembaga pendidikan masih menjadi dua lingkungan yang paling banyak menyumbang laporan terkait persoalan anak.
“Peningkatan menjadi alarm atau warning bagi kita untuk kembali menguatkan pondasi keluarga, bersama-sama menjadi agen pelopor dan pelapor. Cita-cita Kota Bogor sebagai kota layak anak tidak sekadar predikat. Tetapi sungguh-sungguh mewujudkan harapan anak-anak di Kota Bogor,” ujar Dede Siti Amanah.
Sejumlah Mitra Turut Mendapat Penghargaan
Selain tokoh masyarakat, KPAID Kota Bogor juga memberikan penghargaan kepada berbagai perangkat daerah dan mitra. Yang dinilai aktif mendukung perlindungan serta pemenuhan hak anak.
Penerima penghargaan tersebut antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, IKIAD. Serta sejumlah lembaga dan mitra lainnya yang selama ini berkontribusi dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang ramah dan layak bagi anak. (Mur)


