Saturday, 3 October 2026
Home Nasional Ketika Hak Baca Anak Bertemu Aksi untuk Korban Bencana di CIA Fest...

Ketika Hak Baca Anak Bertemu Aksi untuk Korban Bencana di CIA Fest 2026

0
6
Ketika Hak Baca Anak Bertemu Aksi untuk Korban Bencana di CIA Fest 2026

KitaBogor – Akses terhadap buku menjadi persoalan yang ikut menentukan keberlanjutan proses belajar anak, terlebih bagi mereka yang berada di wilayah terdampak bencana.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam CIA Fest 2026 yang berlangsung 2–4 Oktober di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema “SUMATRA: Dari Anak untuk Anak”, festival literasi tersebut mengajak anak melihat persoalan akses belajar di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana pada akhir 2025.

Persoalan literasi sendiri masih menjadi pekerjaan berkelanjutan. Hasil PISA 2025 mencatat skor membaca Indonesia sebesar 365 poin, naik tujuh poin dari 2022. Namun, kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik menurut OECD.

Hanya 27 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kecakapan membaca.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan membaca tidak cukup dibangun melalui pembelajaran formal. Kebiasaan membaca membutuhkan lingkungan yang mendukung dan akses terhadap bahan bacaan.

Buku Setelah Masa Darurat

Bagi anak yang terdampak bencana, kebutuhan tersebut menjadi semakin kompleks.

Ketika masa tanggap darurat berakhir dan sekolah mulai kembali berjalan, kebutuhan anak terhadap buku dan bahan bacaan tidak ikut berhenti.

CIA Fest 2026 mencoba membawa persoalan tersebut ke ruang partisipasi anak. Dana yang terkumpul melalui kegiatan festival akan dihimpun untuk menghadirkan Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak di wilayah terdampak.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari perjalanan literasi Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dan Imajinatif Seru Orisinal (ISO).

Selama lebih dari 16 tahun, CIA hadir untuk anak SD kelas 3–6, sementara ISO ditujukan bagi anak usia TK hingga kelas 2 SD.

Sejak 2024, keduanya menjadi mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung penguatan literasi PAUD dan SD.

Melalui gerakan Hak Baca Anak (HBA) serta Buku Untuk Semua (BUS) yang diinisiasi Yayasan Cahaya Astra Literatus, upaya memperluas akses bacaan juga diarahkan kepada anak-anak di wilayah dengan keterbatasan akses, termasuk daerah 3T.

Anak Tidak Hanya Menjadi Penerima

Salah satu gagasan yang menarik dalam CIA Fest adalah menempatkan anak bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pihak yang dapat mengambil peran.

Program Poster Dari Anak untuk Anak melibatkan sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari SLB.

Mereka membuat karya yang menjadi bentuk kepedulian kepada anak-anak terdampak bencana di Sumatra. Karya tersebut akan dilelang untuk mengumpulkan donasi.

Selain itu, CIA Fest menghadirkan Bazar Buku Rakyat hasil kolaborasi dengan Taka Library yang menyediakan ribuan buku anak dan keluarga dengan harga terjangkau.

Sekitar 300 guru Jabodetabek juga mengikuti Piknik Hanya Untuk Guru, sementara sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di Angke, Marunda, dan Cilincing mengikuti rangkaian festival.

Pada pembukaan festival, dukungan terhadap keberlanjutan belajar anak ditandai dengan penyerahan 30.000 buku tulis dari SiDU.

Buku tersebut akan disalurkan ke wilayah terdampak melalui Dinas Pendidikan setempat. Secara simbolis, penyerahan dilakukan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Literasi sebagai Pengalaman

Endang Nugrahani, Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta, menekankan pentingnya menciptakan pengalaman membaca yang dekat dengan keseharian anak.

“Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak,” ujarnya.

Pendiri Majalah CIA Stefanie Augustin mengatakan keberlanjutan pendidikan membutuhkan perhatian bahkan setelah kondisi darurat berakhir.

“Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka,” katanya.

CIA Fest 2026 juga menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter Generasi Adiwangsa, yang diprakarsai Majalah CIA dengan empat fondasi: Perhatian, Pengetahuan, Pendirian, dan Peran.

Konsep tersebut menempatkan literasi tidak hanya sebagai kemampuan memahami teks, tetapi juga sebagai bekal bagi anak untuk mengenali persoalan, menentukan sikap, dan mengambil bagian dalam perubahan.

CIA Fest 2026 masih berlangsung hingga Minggu (4/10/2026) di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi aktivitas anak, festival ini menghadirkan ruang luar yang mempertemukan membaca, bermain, berekspresi, belajar, dan berinteraksi sebagai bagian dari pengalaman literasi. (Mur)

Previous articleGrand Whiz Poins Simatupang Siapkan Venue Engagement dengan Pilihan Indoor dan Outdoor
Next articlePrimeBiz Hotel Cikarang Rayakan Hari Batik Nasional Lewat “Bekasi Heritage Experience”