KitaBogor – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan YouTube dan Google Indonesia untuk memperkuat ekosistem kreator digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan talenta digital, peningkatan peluang monetisasi karya kreatif, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa YouTube dan Google telah menjadi mitra penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia. Kehadiran platform digital tersebut dinilai mampu membantu para kreator tidak hanya menghasilkan karya. Tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan dan membuka lapangan kerja baru.
“Ekonomi kreatif Indonesia harus menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu memberdayakan kreator digital, mempromosikan konten lokal ke pasar global. Serta mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi baru termasuk AI,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi perwakilan YouTube dan Google Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Ekraf memaparkan arah kebijakan melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Dokumen tersebut akan memperluas cakupan subsektor ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor.
Penguatan dilakukan pada berbagai sektor berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, keamanan siber, hingga industri konten digital yang mencakup kreator konten, affiliator, dan live commerce.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi bersama YouTube dan Kementerian Ketenagakerjaan melalui program pelatihan vokasi, pengembangan kurikulum, hingga sertifikasi kompetensi bagi talenta digital Indonesia.
Menurut Teuku Riefky, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.
“Kami ingin menghadirkan program yang lebih konkret dan terukur. Ketika pelatihan, sertifikasi, dan kebutuhan industri kreatif dapat dipertemukan. Maka ekonomi kreatif akan menjadi solusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya saing kreator Indonesia di tingkat global,” katanya.
Kerja sama ini juga melanjutkan kolaborasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada tahun lalu, Kementerian Ekraf bersama Google Asia Pacific meluncurkan program Google Play x Unity Game Developer Training. Untuk meningkatkan kapasitas pengembang gim nasional.
Sementara itu, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, mengatakan. YouTube telah menjadi platform yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan menghubungkan kreator dan pelaku usaha kepada audiens lokal maupun global.
Menurutnya, melalui YouTube Partner Program, kreator dapat memperoleh penghasilan dari berbagai sumber, termasuk pendapatan iklan dan interaksi penggemar.
“Kami ingin terus membuka peluang yang lebih luas bagi kreator, musisi, dan pelaku industri kreatif Indonesia. Agar dapat membangun audiens, menciptakan nilai ekonomi, dan menjangkau penonton dunia,” ujar Danny.
Selain pengembangan ekonomi kreatif, diskusi juga membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak cipta, inovasi teknologi. Serta peningkatan literasi AI agar regulasi yang sedang disusun tetap mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap ekosistem kreator digital Indonesia semakin kuat. Dan mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional di era transformasi digital. (Mur)


