Jembatan Paledang–Pasir Jaya Segera Dibangun, Warga Bogor Tak Lagi Terisolasi

0
4
Jembatan Paledang–Pasir Jaya Segera Dibangun, Warga Bogor Tak Lagi Terisolasi

KitaBogor Harapan warga untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah antara Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, akhirnya segera terwujud. Pemerintah Kota Bogor memastikan pembangunan jembatan penghubung atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang–Pasir Jaya akan mulai dikerjakan pada akhir Mei 2026.

Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari dan dapat mulai digunakan masyarakat pada November 2026 mendatang.

Kepastian itu disampaikan dalam rapat persiapan pembangunan JPO Paledang–Pasir Jaya yang berlangsung di Balai Kota Bogor, Kamis (21/5/2026), dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Dalam rapat tersebut, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan perjuangan panjang yang telah dinantikan masyarakat selama lebih dari lima tahun.

“Perlu diketahui bahwa ini ikhtiar panjang, lebih dari lima tahun. Pemenang lelang sudah ada dan penting diketahui masyarakat. Harus tersosialisasikan,” ujar Jenal Mutaqin.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kota Bogor.

Saat melakukan peninjauan lapangan sebelumnya, Jenal Mutaqin mengaku menerima banyak aspirasi dari masyarakat sekitar. Salah satunya terkait pelibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan berlangsung.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar nantinya jembatan tidak beroperasi selama 24 jam penuh demi mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di area sekitar jembatan.

“Jadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau meninggal dunia,” lanjutnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga berharap pembangunan jembatan dapat membawa dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Melalui pemberdayaan pelaku UMKM serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan jembatan.

Pemerintah Kota Bogor pun membuka ruang komunikasi lebih lanjut bersama aparatur wilayah, dinas terkait, serta pihak pelaksana proyek. Untuk membahas berbagai kebutuhan teknis tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan. Bahwa secara teknis jembatan akan memiliki tinggi rangka sekitar 2,7 meter dengan panjang titik buhul ke titik buhul mencapai 2,40 meter.

Ia menambahkan bahwa terdapat perbedaan elevasi sekitar tiga meter di kedua sisi wilayah. Sehingga desain jembatan dibuat sedikit menurun ke arah Kelurahan Paledang.

“Sesuai kontrak, pengerjaan dimulai pada 29 Mei dan selesai pada 25 November. Mudah-mudahan 180 hari ini bisa dimaksimalkan, meskipun medannya cukup berat,” jelas Chusnul Rozaqi.

Menurutnya, salah satu tantangan pembangunan adalah proses pengangkutan material besi baja yang membutuhkan area cukup luas. Karena itu, koordinasi lanjutan dengan wilayah setempat akan terus dilakukan sebelum pengerjaan dimulai.

Pembangunan JPO Paledang–Pasir Jaya ini diharapkan menjadi solusi nyata atas persoalan aksesibilitas warga sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan mobilitas masyarakat di dua wilayah tersebut. (Mur)

Previous articleDari Posyandu ke PKBM, Langkah Nyata Yantie Rachim Selamatkan Masa Depan Anak Bogor