KitaBogor – Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, meresmikan Program Jejaring Edukasi Masyarakat dan Literasi (Jemari PKK) serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di TBM Kelurahan Bubulak, Jalan Babakan, Kota Bogor, Selasa (1/9/2026).
Program Jemari PKK merupakan inovasi Pokja 2 TP PKK Kota Bogor yang dirancang untuk memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Program ini sekaligus menjadi salah satu alternatif aktivitas positif bagi anak-anak dan keluarga di tengah tingginya penggunaan gadget.
Yantie Rachim mengatakan, kehadiran Jemari PKK dan TBM di berbagai wilayah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Selain itu, keberadaan TBM diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, nyaman, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Program Jemari PKK ini merupakan inovasi yang kami inisiasi untuk memerangi paparan penggunaan gadget di kalangan generasi muda sekaligus meningkatkan budaya literasi. Kami berharap melalui program ini dan hadirnya TBM, seluruh masyarakat dapat menikmati serta mengakses fasilitas membaca yang tersedia,” ujar Yantie.
Literasi Dimulai dari Keluarga
Menurut Yantie, membangun budaya membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Lingkungan yang nyaman serta kegiatan yang menarik juga diperlukan agar anak-anak dan keluarga terdorong untuk datang, membaca, sekaligus berinteraksi.
Dalam peresmian tersebut, Yantie Rachim turut membaca buku bersama anak-anak. Kegiatan ini menjadi contoh langsung bahwa membaca tidak harus menjadi aktivitas yang kaku, tetapi dapat dilakukan dengan cara menyenangkan dan menjadi kegiatan bersama keluarga maupun masyarakat.
Yantie berharap Program Jemari PKK dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah Kota Bogor. Dengan demikian, keberadaan TBM tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Tetapi juga dapat tumbuh sebagai ruang belajar dan interaksi yang dekat dengan masyarakat.
“Literasi ini harus menjadi budaya yang tumbuh dari keluarga. Mudah-mudahan Jemari PKK bisa membuat masyarakat, khususnya anak-anak, semakin senang membaca, lebih banyak berinteraksi dengan buku, dan memiliki kegiatan positif selain menggunakan gadget,” pungkasnya. (Mur)


