Saturday, 29 August 2026
Home Event HIMAFIS UI Ajak Santri Kenali Skoliosis Sejak Dini dan Peduli Kesehatan Tulang...

HIMAFIS UI Ajak Santri Kenali Skoliosis Sejak Dini dan Peduli Kesehatan Tulang Belakang

0
1
HIMAFIS UI Ajak Santri Kenali Skoliosis Sejak Dini dan Peduli Kesehatan Tulang Belakang

KitaBogor – Kebiasaan duduk dalam waktu lama menjadi bagian dari keseharian santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bina Bogor, terutama saat mengikuti kegiatan belajar dan mengaji.

Namun, posisi duduk yang kurang tepat jika dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi postur tubuh, terlebih pada masa remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Indonesia (HIMAFIS UI). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bina Bogor pada 8 Agustus 2026, HIMAFIS UI mengajak para santri lebih peduli terhadap kesehatan tulang belakang melalui edukasi dan deteksi dini risiko skoliosis.

Santri menjadi sasaran kegiatan karena masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Perubahan postur yang terjadi pada fase tersebut perlu diperhatikan agar gangguan dapat dikenali lebih awal.

Dalam sesi edukasi, para santri diperkenalkan dengan skoliosis, yakni kondisi ketika tulang belakang mengalami kelengkungan yang tidak normal sehingga dapat membentuk pola menyerupai huruf “C” atau “S”.

Para santri juga dikenalkan dengan Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS), yaitu skoliosis pada remaja yang penyebab spesifiknya tidak diketahui. Kondisi tersebut dapat berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas pada tahap awal.

Karena itu, skoliosis tidak selalu dapat dikenali hanya berdasarkan rasa sakit. Perubahan pada bentuk tubuh, seperti posisi bahu yang tidak seimbang, perubahan postur atau bentuk punggung yang terlihat berbeda ketika tubuh membungkuk, perlu menjadi perhatian.

Salah satu pemeriksaan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Adam’s Forward Bend Test.

Selain edukasi mengenai skoliosis, HIMAFIS UI juga memberikan pemahaman mengenai low back pain serta melakukan screening kesehatan melalui pemeriksaan postur menggunakan Adam’s Forward Bend Test dan skoliometer.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para santri juga mendapat kesempatan untuk mengenali kondisi postur tubuh mereka dan memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang.

HIMAFIS UI menekankan bahwa menjaga postur tubuh dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Duduk dengan posisi yang baik saat belajar maupun mengaji serta melakukan peregangan di sela aktivitas menjadi beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan tanpa membutuhkan peralatan khusus.

Edukasi Dikemas Interaktif

Agar materi lebih mudah diterima, kegiatan dikemas secara interaktif. Sesi edukasi dilengkapi dengan ice breaking sehingga para santri tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Para santri menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai kesehatan tulang belakang dengan cara penyampaian yang menarik dan mudah dipahami.

Pihak Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bina juga menyambut positif kegiatan tersebut. Dan berharap edukasi mengenai kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kesehatan para santri.

Agar informasi tidak berhenti setelah kegiatan selesai. HIMAFIS UI turut memberikan materi dalam bentuk buku saku dan poster kepada pihak pesantren.

Materi tersebut dapat dimanfaatkan para santri untuk kembali mempelajari informasi mengenai kesehatan tulang belakang serta pentingnya menjaga postur tubuh.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, HIMAFIS UI berharap kesadaran mengenai kesehatan tulang belakang dapat tumbuh sejak usia remaja.

Langkah sederhana seperti memperhatikan posisi duduk. Melakukan peregangan dan mengenali perubahan postur diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para santri.

Sebab, menjaga kesehatan tulang belakang tidak harus menunggu munculnya keluhan. Mengenalinya sejak dini menjadi salah satu langkah untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh. (Hen)

Previous article14 Personel Kabupaten Bogor Ikuti Sekolah Vertical Rescue Indonesia, Perkuat Kompetensi Penyelamatan