Home Bisnis dan Keuangan Green Manufacturing Jadi Kunci Daya Saing Global, UMB Edukasi Industri Elektronik Indonesia

Green Manufacturing Jadi Kunci Daya Saing Global, UMB Edukasi Industri Elektronik Indonesia

0
1
Green Manufacturing Jadi Kunci Daya Saing Global, UMB Edukasi Industri Elektronik Indonesia

KitaBogor Program Studi Magister Teknik Industri (MTI) Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Kerja Sama Internasional melalui workshop bertajuk “Penguatan Kesiapan Green Manufacturing pada Industri Elektronik Indonesia” di PT JST Indonesia, Cikarang, Senin (8/6/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan UMB terhadap program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemDiktiSaintek), sekaligus menjawab kebutuhan industri elektronik yang saat ini semakin dituntut menerapkan prinsip keberlanjutan atau sustainability dalam proses manufaktur.

Workshop tersebut diselenggarakan atas kolaborasi Program Studi Magister Teknik Industri UMB dengan mitra internasional dari University Sains Malaysia (USM). Kegiatan ini juga menjadi respons atas langkah PT JST Indonesia yang tengah mempersiapkan transformasi sistem manufakturnya menuju konsep green manufacturing guna meningkatkan daya saing di pasar global.

CEO PT JST Indonesia, Dr. Kosasih, menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan dalam menghadapi perkembangan industri elektronik dunia yang semakin menitikberatkan pada aspek keberlanjutan.

“Workshop ini sangat sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. Karena itu, kami melibatkan 20 staf terbaik dari berbagai divisi. Mulai dari produksi, quality control, HRD hingga keuangan untuk mengikuti kegiatan ini secara penuh,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, perwakilan dari University Sains Malaysia, Dr. Hasnida, MSc, menyampaikan materi berjudul “Strengthening a Global Best Practice-Based Green Manufacturing Framework to Enhance the Competitiveness of Indonesia’s Electronics Industry.” Materi tersebut membahas pentingnya penerapan green manufacturing sebagai faktor penentu daya saing industri elektronik di pasar global serta berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan perusahaan-perusahaan di Malaysia.

Sesi berikutnya menghadirkan sejumlah akademisi dari Universitas Mercu Buana yang membahas berbagai aspek pendukung implementasi manufaktur berkelanjutan. Prof. Ir. Herry A. Prabowo, PhD memaparkan materi mengenai Green Maintenance Practices sebagai bagian penting dalam mendukung sistem green manufacturing.

Selanjutnya, Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, MT membahas pengelolaan limbah dan konsep Circular Manufacturing. Sementara Dr. Uly Amrina, MT menjelaskan tentang Integrated Green Manufacturing Framework (IGMF) sebagai pendekatan terpadu dalam penerapan manufaktur hijau.

Workshop ditutup dengan pemaparan dari Dr. Farida, MM yang mengangkat tema “People First, Green Future”. Menyoroti peran strategis sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan implementasi green manufacturing di lingkungan industri.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mercu Buana berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing industri nasional. Sekaligus memperkuat implementasi konsep keberlanjutan di sektor manufaktur. Program ini juga menjadi bukti komitmen UMB sebagai kampus yang memberikan dampak langsung bagi dunia industri dan masyarakat.

Kegiatan Abdimas Kerja Sama Internasional ini terlaksana dengan dukungan pendanaan. Dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana, PT JST Indonesia, serta University Sains Malaysia. (Hen)

Previous articleTingkatkan Kualitas Pendidikan, SDN Pakuan Direvitalisasi Secara Vertikal
Next articleIndonesia Darurat Limbah Elektronik, Acer Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan