KitaBogor – Gastro Fest 2026 resmi dibuka pada Sabtu (27/6/2026) di Taman Koleksi IPB Baranangsiang, Kota Bogor. Festival gastronomi yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, menjadi wadah promosi kekayaan kuliner lokal sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pangan dan budaya.
Pembukaan acara dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Bunda PAUD Kota Bogor Yantie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Direktur Arsitektur dan Desain Ibu Sabar Norma Mega Panjaitan, serta Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agust Jovan Latuconsina.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Kota Bogor memiliki modal besar untuk berkembang sebagai Kota Gastronomi Indonesia. Selain didukung kekayaan sumber daya alam, Bogor juga memiliki sejarah panjang yang membentuk identitas kuliner yang khas dan beragam.
“Bogor memiliki kekayaan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang luar biasa. Ditambah dengan warisan sejarah dan budaya yang kuat. Semua ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Bogor sebagai Kota Gastronomi yang membanggakan,” ujar Dedie Rachim.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor terus mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan sektor gastronomi sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif dan penguatan identitas kota. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Dedie menambahkan bahwa city branding gastronomi memiliki manfaat yang luas bagi berbagai sektor industri. Tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor kuliner, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketika gastronomi menjadi identitas kota, maka manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh rantai ekonomi. Petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, restoran, hingga sektor pariwisata dapat tumbuh bersama dan saling menguatkan,” katanya.
Ia optimistis pengembangan gastronomi akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Kota Bogor di masa depan. Dengan kekuatan sumber daya lokal yang dimiliki, Bogor memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi kuliner unggulan. Sekaligus pusat pengembangan ekonomi berbasis pangan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidar Wurjanto, menjelaskan bahwa Gastro Fest 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui keterhubungan antara sektor hulu dan hilir.
“Festival ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, industri kuliner, hingga konsumen. Harapannya produk-produk lokal dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Haidar.
Selama dua hari pelaksanaan, Gastro Fest 2026 menghadirkan beragam produk pangan unggulan, sajian kuliner khas daerah, pameran produk UMKM, diskusi gastronomi. Serta berbagai kegiatan edukatif yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Melalui penyelenggaraan Gastro Fest 2026, Kota Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan gastronomi sebagai bagian dari identitas kota. Sekaligus strategi pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. (Red)


