KitaBogor – Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Gala Aksi dan Festival Anak Hebat 2026 yang digelar oleh SMP Puspanegara Yayasan Indocement, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ajang kreativitas pelajar, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Mewakili Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Acara ini sangat penting karena mampu mengasah keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan. Tidak cukup hanya logika dan pengetahuan, tetapi juga kreativitas, intuisi, seni, dan budaya harus dibangun sejak dini,” ujar Ajat.
Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga dipengaruhi sikap, perilaku, dan adab yang dibentuk melalui pendidikan karakter sejak kecil.
Ajat juga mengapresiasi kontribusi Yayasan Indocement dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor. Ia menilai keberadaan SMP Puspanegara turut membantu meningkatkan kualitas pendidikan di tengah jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang terus bertumbuh.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Puspanegara Yayasan Indocement, Yoyoh, menjelaskan. Bahwa kegiatan terdiri dari dua agenda utama, yakni Gala Aksi dan Festival Anak Hebat.
Gala Aksi yang digelar pada 5 Mei 2026 diikuti 403 peserta dari 36 sekolah. Yang berasal dari delapan kecamatan dan empat kota/kabupaten. Termasuk peserta dari Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Depok.
Adapun puncak acara berupa Festival Anak Hebat diikuti siswa kelas 7 hingga kelas 9 dengan mengusung tema “Satu Langkah Kecil, Sejuta Karya untuk Bumi Kita”.
“Melalui tema ini, kami berharap siswa semakin peduli terhadap lingkungan. Memiliki karakter yang kuat, serta semangat juang yang tinggi,” tutur Yoyoh.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi siswa secara holistik. Sekaligus memperkuat kesadaran menjaga lingkungan demi masa depan berkelanjutan. (Mur)


