KitaBogor – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter masyarakat, terutama dalam menumbuhkan toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri open house Together for The Future dengan tema Great Futures Begin with Great Partnership di Sekolah Kristen Tunas Harapan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Dedie, karakter masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun Kota Bogor sebagai tempat yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Karakter Kota Bogor itu adalah orang-orang yang punya toleransi tinggi dan bisa saling menghargai. Siapa pun yang ada di Kota Bogor harus terjaga, aman, damai, bahkan sejahtera,” ungkap Dedie.
Ia mengatakan, di mana pun seseorang menempuh pendidikan, pada akhirnya pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan, tetapi juga pembangunan karakter.
Karena itu, Pemerintah Kota Bogor terus mendorong penguatan toleransi melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, termasuk membangun semangat saling menghargai dan menyayangi.
“Ujungnya bagaimana kita membangun kota sebagai tempat untuk menjalani kehidupan dari pagi sampai pagi lagi secara aman dan damai,” ujarnya.
Pendidikan Mengajarkan Hidup Berdampingan
Dedie menilai manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. Pendidikan menjadi salah satu ruang bagi setiap individu untuk belajar hidup berdampingan dengan orang lain.
Melalui pendidikan, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga belajar menghormati, menyayangi, menghargai, saling membantu, serta bergotong royong dalam kebaikan.
Open house Sekolah Kristen Tunas Harapan juga dinilai menjadi ruang kolaborasi. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi UMKM warga Kota Bogor, seni pertunjukan, serta kreasi masyarakat.
Bagi Dedie, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi bagian dari ruang bersama untuk membangun Kota Bogor.
“Sekolah Kristen Tunas Harapan membuka kesempatan kepada semua warga Kota Bogor untuk tampil tanpa terkecuali. Semua juga boleh sekolah di sini, apa pun agama dan latar belakangnya,” ungkapnya.
Pendidikan Tidak Hanya di Sekolah Negeri
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menyampaikan bahwa tidak semua anak harus menempuh pendidikan di sekolah negeri. Ia membagikan pengalamannya yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah swasta atau yayasan.
Menurutnya, pilihan tempat pendidikan bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Keinginan, usaha, kemampuan membangun jejaring, serta reputasi juga menjadi bekal penting untuk mewujudkan cita-cita.
“Harapan itu ada selama kita menjunjung nilai-nilai kehidupan, membangun networking, dan menjaga reputasi. Agar dipercaya memimpin sebuah aktivitas atau lingkungan,” ujarnya.
Sekolah sebagai Ruang Tumbuh
Ketua Yayasan Tunas Harapan, Daniel Yosafat, mengatakan open house tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya membuka kesempatan dan membangun kolaborasi.
“Kegiatan ini bukan saja untuk perlombaan, tetapi juga menjadikan Kota Bogor sebagai rumah dan tempat bagi pendidikan untuk tumbuh, berkembang, maju, serta berkarakter,” ucap Daniel.
Daniel juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim atas kehadiran dan dukungannya, serta kepada para orang tua dan siswa-siswi yang mengikuti berbagai kegiatan dalam rangkaian open house.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. (Mur)


