Thursday, 29 October 2026
Home Lokal Bukan Sekadar Wisata Alam, Eiger Nature Bidik Ekonomi Hijau di Bogor

Bukan Sekadar Wisata Alam, Eiger Nature Bidik Ekonomi Hijau di Bogor

0
3
Bukan Sekadar Wisata Alam, Eiger Nature Bidik Ekonomi Hijau di Bogor

KitaBogor – EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mengusung konsep petualangan, edukasi, dan pelestarian lingkungan, kawasan ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus menambah pilihan wisata alam di Bogor.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif pengembangan EIGER Nature. Menurutnya, destinasi berbasis alam dan petualangan sejalan dengan tren pariwisata yang semakin mengutamakan pengalaman autentik dan prinsip keberlanjutan.

“Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia,” kata Widiyanti saat menghadiri peluncuran EIGER Nature di Megamendung, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia, EIGER Nature memadukan potensi alam, budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi.

Widiyanti mengutip Indonesia Tourism Outlook 2026–2027, yang menempatkan wisata ramah lingkungan pada peringkat ketiga dan wisata alam serta petualangan pada posisi kelima dalam lima tren utama pariwisata Indonesia.

Sementara itu, Agoda Sustainable Travel Survey 2026 menunjukkan bahwa 93 persen wisatawan Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat menentukan pilihan perjalanan.

EIGER Nature Targetkan 2.000 Pekerja Lokal

Selain menawarkan pengalaman wisata alam, EIGER Nature diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar Megamendung.

Widiyanti menyebut destinasi tersebut telah mempekerjakan sekitar 600 warga lokal. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang seiring pengembangan investasi pada tahap berikutnya.

“Tadi saya tanya dengan Bapak Ronny Lukito, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” ujarnya.

Penyerapan tenaga kerja tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia kuliner, jasa pemandu, serta usaha pendukung pariwisata lainnya.

Namun, dampak ekonomi ekowisata tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjung dan investasi. Keterlibatan masyarakat dalam rantai usaha pariwisata juga penting agar manfaat pengembangan destinasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Widiyanti mengatakan, Kementerian Pariwisata terus mendorong investasi untuk mengembangkan destinasi baru, meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp73,56 triliun, meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada semester I-2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

EIGER Nature Klaim Tanam 120.000 Pohon

Di tengah potensi ekonomi tersebut, pelestarian lingkungan menjadi aspek penting dalam pengembangan EIGER Nature, terutama karena kawasan ini berkaitan dengan zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

CEO EIGER Nature Ronny Lukito mengatakan, pengembangan destinasi dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menyebut lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini sekitar 1,5 persen. Sedangkan ketentuan pemanfaatan yang berlaku, menurut keterangannya, memungkinkan penggunaan hingga 10 persen.

“EIGER Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,” kata Ronny.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pemeliharaan lingkungan. Pengelola mengaku telah menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah.

EIGER Nature juga membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk mengendalikan limpasan air. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu menjaga tata air dan mengurangi risiko limpasan yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar.

Meski demikian, keberhasilan ekowisata tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam atau luas lahan yang digunakan. Pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian dampak kunjungan, dan konsistensi pelaksanaan konservasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

EIGER Nature Mulai Dibuka 2 November 2026

Direktur EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan, destinasi tersebut direncanakan mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada Senin (2/11/2026).

Panorama pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Aset utama dari EIGER Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,” kata Imanuel.

Menurutnya, EIGER Nature tidak hanya dikembangkan sebagai alternatif rekreasi. Tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong masyarakat lebih mengenal dan menghargai alam.

Destinasi ini diharapkan menghadirkan pengalaman petualangan sekaligus edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan budaya Indonesia. Pengembangannya juga diharapkan memperkuat keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan pariwisata di Kecamatan Megamendung.

Peluncuran EIGER Nature turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan destinasi wisata alam di Kabupaten Bogor. Keberlanjutan pengembangannya akan bergantung pada kemampuan pengelola menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. (Mur)

Previous articleTHE 1O1 Bogor Suryakancana Salurkan Bantuan Nutrisi untuk Ibu Hamil dan Anak
Next articlePemkot Bogor Apresiasi Pemuda Berprestasi, Lima CPMI Siap Bekerja ke Luar Negeri