KitaBogor – Upaya menjaga kesehatan relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian PT iNova Pharmaceuticals Indonesia melalui Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat.
Kolaborasi tersebut digelar di Pontianak pada 1–2 Oktober 2026 melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi pertolongan pertama, serta pertukaran pengetahuan bersama relawan dan masyarakat.
Sedikitnya 100 relawan gabungan #PrayForKalimantan dan relawan PMI Kalbar mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis. Kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan dan edukasi bagi sekitar 50 masyarakat di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman antara tim Betadine, PMI, dan para relawan. Pengalaman di lapangan menjadi bahan untuk memahami kebutuhan edukasi kesehatan yang relevan ketika masyarakat menghadapi situasi karhutla.
Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kesehatan relawan perlu mendapat perhatian karena mereka turut berhadapan dengan berbagai kondisi selama menjalankan tugas.
“Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka. Masukan dari relawan akan membantu kami mengembangkan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Benyamin.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Firdaus memberikan edukasi mengenai pertolongan pertama pada luka ringan, kebersihan kulit, serta respons awal terhadap keluhan tenggorokan.
Relawan juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Bagi mereka yang membutuhkan tindak lanjut, tim medis memberikan arahan berdasarkan hasil penilaian klinis.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lahan gambut terdampak karhutla di Kubu Raya. Serta instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81).
PMI dan tim medis pada Jumat (2/10) juga melanjutkan pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi sekitar 50 warga di titik distribusi air bersih.
Kolaborasi tersebut sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga terdampak karhutla di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Lismaryani Sutarmidji, mengatakan keselamatan dan kesehatan relawan perlu menjadi bagian dari kesiapsiagaan penanganan bencana.
“Pertukaran pengetahuan bersama Betadine diharapkan. Menjadi masukan bagi pengembangan edukasi kesiapsiagaan dan pertolongan pertama yang lebih relevan, praktis, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan di Kalimantan Barat melanjutkan kolaborasi edukasi Betadine dan PMI yang sebelumnya dilakukan pada 2025. Melalui pelatihan pertolongan pertama bagi anggota PKK, pengemudi ojek online, dan wartawan di Jakarta Utara.
Melalui kegiatan ini, Betadine dan PMI berharap. Pengetahuan pertolongan pertama dapat semakin mudah dipahami dan diterapkan oleh relawan maupun masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat. (Mur)


