Monday, 21 September 2026
Home Nasional Beda Usia, Tiga Talenta Yogyakarta Lolos ke Grand Final The Genius Math...

Beda Usia, Tiga Talenta Yogyakarta Lolos ke Grand Final The Genius Math League 2026

0
1
Beda Usia, Tiga Talenta Yogyakarta Lolos ke Grand Final The Genius Math League 2026

KitaBogor – Perbedaan usia dan jenjang pendidikan tidak menjadi penghalang bagi tiga talenta untuk bersaing dalam satu arena matematika. Dari Regional Offline Qualification The Genius Math League (TGML) 2026 di Yogyakarta, tiga peserta berhasil merebut tiket menuju Grand Final yang akan berlangsung di ICE BSD, Tangerang.

Ketiganya adalah Kent Marcello Cendekia, siswa kelas 7 SMP Kesatuan Bangsa; Radam Gumelar, mahasiswa Teknologi Sains Data Universitas Airlangga; dan Alvaro Allinson Kristanto, siswa kelas 6 SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta.

Regional Offline Qualification Yogyakarta digelar di Ruang Seminar Driyarkara, Auditorium Sanata Dharma, Sabtu (19/9/2026). Kompetisi yang diselenggarakan TechConnect sebagai bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026 ini mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dalam satu kompetisi.

Bukan hanya kemampuan mengerjakan soal matematika yang diuji. Peserta juga menghadapi tantangan yang menuntut kecepatan berpikir, ketelitian, fokus, strategi, critical thinking, logical thinking, hingga problem-solving.

Tiga Talenta, Satu Arena

Kent, Radam, dan Alvaro datang dengan latar belakang yang berbeda. Usia serta pengalaman belajar mereka pun tidak sama.

Namun, ketika kompetisi dimulai, ketiganya menghadapi tantangan yang sama untuk memperebutkan tiga tiket menuju Grand Final.

Format kompetisi tersebut membuat jenjang pendidikan bukan menjadi satu-satunya ukuran kemampuan. Peserta harus mampu memahami persoalan, menentukan strategi, kemudian mengambil keputusan secara tepat dalam waktu yang terbatas.

Rangkaian Regional Offline Qualification Yogyakarta berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari Elimination Circuit, Precision Sprint, hingga Gauntlet.

Setiap tahapan dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam berpikir cepat sekaligus mempertahankan akurasi ketika menghadapi tekanan waktu.

Dari rangkaian tersebut, Kent, Radam, dan Alvaro menjadi tiga peserta terbaik dari Yogyakarta yang berhak melanjutkan perjalanan ke Grand Final.

Kemampuan Matematika Tak Dibatasi Jenjang Pendidikan

Project Manager The Genius Math League, Raadhiyah Mardhiyyah, mengatakan konsep kompetisi lintas jenjang menjadi salah satu semangat yang dibawa TGML.

“The Genius Math League kami hadir dengan semangat bahwa kemampuan matematika tidak seharusnya dibatasi oleh usia maupun jenjang pendidikan. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka, bukan hanya dalam menjawab soal, tetapi juga dalam berpikir cepat, mengambil keputusan, dan menemukan strategi terbaik.”

Dalam konsep TGML, matematika tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menghafal atau menggunakan rumus.

Cara peserta memahami persoalan, memproses informasi, menentukan langkah, serta menjaga akurasi ketika berada di bawah tekanan waktu juga menjadi bagian penting dalam kompetisi.

Format tersebut memungkinkan siswa sekolah dasar, siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga peserta umum berkompetisi dalam rangkaian yang sama.

Mengasah Cara Berpikir

People Management Division Head at TechConnect, Shaffreddie Afini Noor, mengatakan TGML juga menjadi ruang untuk melihat sekaligus mengembangkan potensi talenta dari berbagai latar belakang.

“The Genius Math League menjadi salah satu ruang bagi kami untuk melihat dan mengembangkan potensi talenta dari berbagai latar belakang. Kami percaya bahwa kemampuan berpikir kritis, logis, dan memecahkan masalah merupakan kompetensi yang semakin penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.”

Menurutnya, kesempatan untuk mengasah kemampuan tersebut tidak harus berlangsung dalam suasana pembelajaran yang formal. Kompetisi dapat menjadi pengalaman yang mendorong peserta untuk belajar mengambil keputusan dan menyusun strategi dalam situasi yang dinamis.

Selain kompetisi, peserta Regional Offline Qualification Yogyakarta juga mengikuti Math Workshop dan sesi tanya jawab, serta Financial Education Workshop dan sesi tanya jawab.

Kegiatan tersebut memperkenalkan penerapan cara berpikir matematis dalam konteks yang lebih luas, termasuk membaca pola, menganalisis informasi, memahami persoalan, dan mengambil keputusan.

Menuju Grand Final di ICE BSD

Lolos dari babak regional belum menjadi akhir perjalanan bagi Kent, Radam, dan Alvaro. Ketiganya akan bergabung dengan para finalis dari regional lainnya untuk mengikuti Grand Final The Genius Math League 2026.

Grand Final dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

TGML 2026 merupakan bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026 dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.

Sementara itu, peserta yang belum mengikuti Regional Offline Qualification masih memiliki kesempatan untuk mengikuti Regional Online Qualification The Genius Math League 2026.

Dari Yogyakarta, tiga peserta dengan usia dan latar pendidikan berbeda kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Mereka akan bertemu dengan talenta dari berbagai daerah dalam satu panggung Grand Final. (Hen)

Previous articleAscott Regional Jabotabek Gelar World Cleanup Day 2026 di Museum Perdjoangan Bogor