Home Bisnis dan Keuangan ARTOTEL Group Optimalkan Wyndham Garden dan Ramada, Bidik Pasar Wisata Yogyakarta–Borobudur

ARTOTEL Group Optimalkan Wyndham Garden dan Ramada, Bidik Pasar Wisata Yogyakarta–Borobudur

0
5
ARTOTEL Group Optimalkan Wyndham Garden dan Ramada, Bidik Pasar Wisata Yogyakarta–Borobudur

KitaBogor – ARTOTEL Group memperkuat strategi pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada di kawasan Jalan Magelang Kilometer 14, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengembangan kedua properti diarahkan untuk menggarap potensi pasar perhotelan di Yogyakarta dan Magelang melalui optimalisasi fasilitas, kegiatan komunitas, serta pengalaman wisata yang lebih beragam.

Strategi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang menghadirkan Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group Yulia Maria, General Manager Wyndham Garden dan Ramada Erik R. Tumbelaka, serta Chief Operating Officer (COO) ARTOTEL Group Eduard Rudolf Pangkarego.

Dalam pemaparannya, ARTOTEL Group menjelaskan pendekatan pengelolaan hotel, pengembangan fasilitas, dan peluang pasar di kawasan Sleman hingga Magelang. Strategi ini mempertimbangkan kebutuhan wisatawan yang terus berkembang sekaligus peluang aktivitas ekonomi di sekitar properti.

Model Pengelolaan Beri Fleksibilitas kepada Pemilik

ARTOTEL Group menawarkan layanan pengelolaan profesional bagi pemilik properti melalui skema hotel management. Dalam model ini, pemilik tetap memiliki aset, sedangkan operator menangani operasional berdasarkan ruang lingkup dan kesepakatan kerja sama dengan imbalan berupa management fee.

Melalui skema tersebut, pemilik hotel dapat mempertahankan mereknya tanpa harus mengelola seluruh kegiatan operasional secara mandiri. Operator dapat mendukung berbagai aspek, mulai dari pelayanan, penjualan, pemasaran, program loyalitas, hingga penerapan standar operasional.

Model ini juga membuka peluang bagi hotel yang ingin bekerja sama dengan operator profesional, baik dengan merek sendiri maupun melalui kerja sama dengan merek internasional. Pendekatan tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, dan daya saing bisnis sesuai karakter pasar.

Fasilitas Olahraga dan Komunitas Jadi Daya Tarik

Selain pengelolaan operasional, ARTOTEL Group berupaya mengembangkan pengalaman yang membedakan kedua properti dari akomodasi yang hanya berfokus pada layanan kamar.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah skatepark, yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan komunitas. Keberadaan fasilitas ini membuka peluang untuk menjangkau segmen yang lebih luas, termasuk masyarakat lokal dan komunitas yang membutuhkan ruang untuk beraktivitas.

Pengelola berencana mengoptimalkan fasilitas berdasarkan kebutuhan pengguna. Pendekatan awal dapat dilakukan melalui pengenalan komunitas, pemetaan kebutuhan kegiatan, dan pemanfaatan area yang tersedia. Jika kesiapan fasilitas dan kebutuhan pasar mendukung, kegiatan dapat dikembangkan menjadi acara atau kompetisi.

Strategi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan langsung. Kegiatan komunitas juga berpotensi memperluas jangkauan pemasaran, membangun hubungan dengan calon pelanggan, serta memperkenalkan hotel kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal fasilitasnya.

Melalui pengembangan olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas, hotel diharapkan memiliki daya tarik tambahan bagi pengunjung di luar kebutuhan menginap.

Membidik Wisata Yogyakarta hingga Borobudur

ARTOTEL Group melihat peluang pasar dari karakter pariwisata Yogyakarta yang meluas hingga kawasan Sleman dan Magelang. Lokasi properti di koridor Jalan Magelang dinilai berpotensi menjadi alternatif akomodasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di wilayah tersebut, termasuk kawasan Borobudur.

Dengan pendekatan ini, hotel dapat berfungsi sebagai titik singgah atau basis perjalanan bagi wisatawan sebelum melanjutkan kunjungan ke destinasi lain. Informasi yang jelas mengenai lokasi dan akses menjadi penting agar calon tamu dapat menyesuaikan pilihan akomodasi dengan rencana perjalanan mereka.

Selain wisata, kegiatan berskala besar juga berpotensi mendukung permintaan kamar dan fasilitas hotel. Sejumlah agenda, seperti kegiatan pemerintahan, akademi militer, wisuda, serta acara olahraga dan budaya, dapat mendatangkan pengunjung ke kawasan sekitar.

Meski demikian, peluang tersebut bergantung pada skala acara, jumlah peserta, kebutuhan akomodasi, dan kondisi pasar saat kegiatan berlangsung. Karena itu, pengembangan pasar perlu disesuaikan dengan karakter permintaan dan kesiapan operasional masing-masing properti.

Jaga Identitas Merek dan Kejelasan Informasi

Dalam mengelola hotel dengan merek berbeda, ARTOTEL Group menekankan pentingnya menjaga identitas merek serta mematuhi kesepakatan dengan pemilik properti dan pemegang lisensi.

Penggunaan identitas operator, termasuk keterangan operated by, perlu mengikuti ketentuan kerja sama yang berlaku. Dengan demikian, identitas hotel tetap terjaga, sementara operator menjalankan tanggung jawab pengelolaan sesuai kesepakatan.

Kejelasan informasi mengenai lokasi, fasilitas, dan karakter pengalaman hotel juga menjadi perhatian. Informasi yang akurat membantu calon tamu menentukan pilihan akomodasi berdasarkan tujuan perjalanan dan kebutuhan mereka.

Kesesuaian antara informasi yang disampaikan dan pengalaman yang diterima menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Perluas Pasar melalui Kolaborasi

Ke depan, pengembangan Wyndham Garden dan Ramada akan diarahkan pada optimalisasi fasilitas, perluasan segmen pelanggan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Evaluasi berkala diperlukan agar program yang dijalankan tetap sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan kondisi pasar.

Kegiatan olahraga, rekreasi, komunitas, serta acara berskala besar menjadi peluang yang dapat dikembangkan berdasarkan kesiapan fasilitas dan potensi permintaan.

Melalui pengelolaan profesional dan pengembangan pengalaman yang lebih beragam, ARTOTEL Group berupaya memperkuat daya saing kedua properti sekaligus menangkap peluang dari perjalanan wisata dan aktivitas ekonomi di kawasan Yogyakarta, Sleman, dan Magelang. (Mur)

Previous articleJFlow Bawa Eastern Indo Collective ke Korea Selatan, Angkat Musik Indonesia Timur
Next articleJelajahi Lereng Gunung dengan Jeep, 40 Media Kunjungi Ketep Pass Magelang