KitaBogor – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak generasi muda, khususnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), untuk meningkatkan literasi digital sekaligus mengambil peran dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Di hadapan ribuan kader IPM, Amran menekankan bahwa generasi muda harus memiliki mimpi besar, pola pikir maju, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
“Make a big dream, take action, and be persistent,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Menurutnya, literasi digital bukan hanya menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global, tetapi juga menjadi benteng menghadapi penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.
“Change your mindset, you can change the world. Ubah mindset kalian mulai dari sekarang. Saya yakin kalian pasti bisa mengubah dunia nanti, minimal Indonesia,” tambahnya.
Selain membahas pentingnya literasi digital, Amran juga mengajak para pelajar untuk mulai berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menilai Indonesia masih memiliki potensi lahan yang luas dan dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif.
“Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling anda. Disewa, ditanami, dipanen hasilnya. Jangan biarkan lahan tidur, bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda IPM, insyaallah sukses,” katanya.
Amran menjelaskan pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui pengembangan kawasan pangan, termasuk program cetak sawah baru di Papua Selatan.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan dukungan berupa pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, serta bantuan pembiayaan yang seluruh manfaatnya diperuntukkan bagi masyarakat.
“Lahan seluas 137 ribu hektare yang dibangun itu bukan dibayar, gratis, tetapi lahan tersebut sepenuhnya menjadi milik masyarakat. Alat-alat itu juga diberikan. Kurang lebih Rp500 miliar, kemudian Rp3 triliun telah kita berikan. Itu semua untuk rakyat, tidak ada untuk negara,” tegasnya.
Melalui kesempatan tersebut, Amran berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media digital yang cerdas. Tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional, termasuk dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan Indonesia. (Hen)


