Tuesday, 8 September 2026
Home Nasional Alumni ToT PPNK Angkatan 39 Lemhannas Perkuat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

Alumni ToT PPNK Angkatan 39 Lemhannas Perkuat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

0
6
Alumni ToT PPNK Angkatan 39 Lemhannas Perkuat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

KitaBogor – Alumni Training of Trainers (ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-39 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memperkuat komitmen untuk menjaga kebersamaan sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) sekaligus Temu Kangen Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 yang berlangsung di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 Lemhannas Guna Memperkuat Kebersamaan, Bersinergi dan Berkontribusi untuk Bangsa”, kegiatan menjadi momentum mempererat hubungan antaralumni sekaligus membahas arah organisasi setelah para peserta menyelesaikan program ToT PPNK pada Juni 2026.

Ketua ToT PPNK Angkatan ke-39, Harsen Roy Tampomuri, mengatakan Mubes menjadi langkah awal untuk membangun wadah alumni yang mampu menjaga kebersamaan, memperkuat kapasitas anggota, serta menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Harsen, arah pengembangan organisasi dirangkum melalui tagline “Rumah Kolaborasi, Bersama, Bermanfaat, dan Berkualitas”.

“Di musyawarah itu kemudian kita membahas banyak hal, bagaimana angkatan ini ke depan, bagaimana kebersamaan ke depan,” ujar Harsen.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari berbagai agenda kolaboratif dan strategis yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Ini kegiatan yang pertama. Semoga bisa jadi awal yang kemudian ke depan bisa continue untuk melaksanakan agenda-agenda kolaborasi maupun strategis ke depan,” katanya.

Tiga Pilar Pengembangan Alumni

Harsen menjelaskan, terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi fokus pengembangan organisasi alumni, yakni kebersamaan, kebermanfaatan, serta peningkatan kualitas dan kapasitas alumni.

Pada pilar kebersamaan, salah satu gagasan yang disiapkan adalah Kopi Kebangsaan. Forum tersebut akan menjadi ruang diskusi mengenai isu strategis dan kebangsaan dengan mengedepankan kualitas gagasan.

Format kegiatan dapat dikembangkan melalui Focus Group Discussion (FGD), partnership dialogue, maupun policy dialogue. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi alumni untuk menampilkan kompetensi dan gagasan serta membuka peluang kolaborasi dengan pihak eksternal.

“Bukan pada kopinya sih, tapi pada kita ngumpul, membangun bersama, kemudian ke depan kita bisa dorong untuk kegiatan-kegiatan diskusi yang mungkin tidak akan terlalu mementingkan sisi kuantitas, tapi kualitas dari diskusi,” jelas Harsen.

Pilar kedua adalah kebermanfaatan. Menurut Harsen, kekompakan alumni perlu diterjemahkan melalui kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah Gerakan Alumni 39 Mengabdi. Program tersebut dapat diwujudkan melalui kunjungan ke desa atau daerah tertentu untuk menggelar seminar, dialog kebangsaan, hingga aksi sosial.

“Kita ke depan berharap ada Gerakan Alumni 39 Mengabdi. Misal kita datang ke satu desa atau satu daerah, di sana kita lakukan seminar atau dialog kebangsaan, dan juga ada aksi sosial yang kita bisa rangkai atau kita bisa dorong lakukan bersama-sama dengan teman-teman alumni 39,” kata Harsen.

Pilar ketiga berfokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas alumni. Harsen menilai para anggota telah memiliki pengalaman dan kompetensi dari berbagai bidang, tetapi pengembangan kapasitas tetap dibutuhkan agar kemampuan tersebut semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Salah satu program yang disiapkan adalah Masterclass Series melalui kegiatan reskilling dan upskilling. Materinya antara lain public speaking pada level pelatih, kolaborasi riset, serta pengembangan kompetensi lainnya.

“Orang-orang ini sudah punya kualitas semua, tapi bagaimana kita berharap ada yang namanya reskilling dan upskilling. Jadi sudah ada kita tambahkan lagi, kita meningkatkan kembali kapasitas kualitas dari masing-masing alumni yang ada,” ungkapnya.

Bangun Kebersamaan dari Keberagaman

Ketua Panitia Mubes dan Temu Kangen Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39, Winyono Iman Santoso, S.Sos., M.Ikom., menilai pertemuan tersebut memberikan kesan mendalam karena mempertemukan alumni dari berbagai latar belakang profesi dan kompetensi.

“Yang kemarin itu membuat kesan yang sangat-sangat luar biasa. Saya bertemu dengan para profesor, saya bertemu dengan para dokter, saya bertemu dengan semua orang yang memang luar biasa,” ujar Winyono.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun jaringan dan kolaborasi lintas sektor.

“Indonesia saya pikir tidak banyak kekurangan orang bintang. Indonesia, saya pikir, kita mesti bisa optimis untuk menjalankan negeri ini dengan baik,” katanya.

Winyono juga mengingatkan agar Mubes dan temu kangen tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak seluruh alumni meninggalkan perbedaan dan kesalahpahaman yang pernah terjadi untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat.

“Bapak, Ibu sekalian, saya minta dengan hormat, mari maafkan teman-teman yang mungkin pernah berbuat salah kepada kita. Mari kita melangkah ke depan, kita maju, kita bikin 39 semakin menyala,” tegasnya.

Ia berharap seluruh anggota Angkatan 39 dapat terlibat dalam berbagai agenda organisasi berikutnya. Menurutnya, kekompakan akan semakin kuat apabila seluruh alumni memiliki kesempatan untuk bertemu dan mengambil bagian.

“Hari ini merupakan sebuah silaturahmi yang sungguh-sungguh luar biasa. Tapi besok target kita adalah seluruh kawan-kawan yang ada di luar semuanya wajib datang,” ujarnya.

Bahkan, Winyono membuka kemungkinan pertemuan alumni berikutnya digelar dalam skala lebih besar agar seluruh anggota dapat hadir.

“Kalau perlu kita booking satu hotel semua. Bagaimana caranya supaya 39 tetap menyala, 39 tetap kompak,” katanya.

Nilai Kebangsaan Diterjemahkan dalam Aksi

Dengan latar belakang alumni yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari akademisi, guru, media, hingga profesi lainnya, Angkatan 39 memiliki potensi untuk membangun kolaborasi lintas sektor.

Harsen berharap seluruh anggota tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil bagian dalam setiap agenda organisasi.

“Ke depan kita harap akan ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya kolaboratif. Bukan satu orang saja yang kemudian tampil untuk mendorong kegiatan-kegiatan alumni, tapi semua akan ambil bagian untuk kegiatan alumni ke depan,” ujarnya.

Mubes dan temu kangen tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi, jaringan, serta kapasitas alumni sekaligus menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama mengikuti PPNK Lemhannas RI. Nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diharapkan diwujudkan melalui kerja sama dan kontribusi nyata.

Winyono berharap semangat yang dibangun Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 dapat menjadi inspirasi bagi alumni dari angkatan lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan sebuah inspirasi buat kakak-kakak yang lain,” ucapnya. (Hen)

Previous articleISOPLUS Run 2026 Perkuat Pengalaman Lari Urban dengan Konsep Complete Running Experience
Next articleBetadine Clear Liquid Hadir, Perkuat Edukasi Perawatan Luka Bersama Apoteker