Tuesday, 27 October 2026
Home Lokal Bapanas Ajak Masyarakat Tak Bergantung pada Nasi, Kenali Ragam Pangan Lokal

Bapanas Ajak Masyarakat Tak Bergantung pada Nasi, Kenali Ragam Pangan Lokal

0
3
Bapanas Ajak Masyarakat Tak Bergantung pada Nasi, Kenali Ragam Pangan Lokal

KitaBogor – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak masyarakat memperluas pilihan pangan sehari-hari dengan memanfaatkan beragam sumber pangan lokal. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji, mengatakan masyarakat perlu mengubah anggapan bahwa sumber makanan pokok untuk merasa kenyang harus selalu nasi. Indonesia memiliki beragam sumber karbohidrat lokal yang dapat menjadi alternatif dalam menu sehari-hari.

“Nasi betul menjadi pangan pokok kita, tapi setidaknya kenyang gak harus nasi. Kita masih punya alternatif sumber karbohidrat lainnya, ada umbi-umbian, ada sorgum, ada sukun, dan lain-lainnya,” kata Hamid dalam kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 tingkat Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Menurut Bapanas, kekayaan pangan lokal Indonesia dapat menjadi modal untuk memperluas pilihan konsumsi masyarakat. Data yang disampaikan lembaga tersebut mencatat Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis protein hewani, 26 jenis kacang-kacangan, 386 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 110 jenis rempah dan bumbu, serta 40 jenis bahan minuman.

Keragaman tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menyusun menu dengan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, sekaligus mengoptimalkan potensi pangan daerah.

Konsumsi pangan perlu memenuhi prinsip B2SA

Hamid menegaskan, penganekaragaman pangan perlu disertai penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Dengan prinsip tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki pilihan makanan yang lebih bervariasi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

“Mari kita mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan tentunya aman ya. Dengan prinsip ini, pangan akan diserap baik oleh tubuh dan berdampak positif ya,” ujarnya.

Sebagai contoh, masyarakat dapat menyusun menu menggunakan singkong atau jagung sebagai sumber karbohidrat, ikan sebagai sumber protein, sayur bayam, serta buah seperti pisang. Kombinasi bahan pangan lokal tersebut dapat menjadi salah satu pilihan menu sehari-hari yang beragam.

Bapanas perluas edukasi pangan lokal

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsumsi B2SA dan pemanfaatan pangan lokal, Bapanas menjalankan sejumlah program edukasi dan pemberdayaan.

Program tersebut mencakup B2SA Goes to School, Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Lokal (PUPPL), serta Rumah Pangan B2SA.

Hamid menyebut B2SA Goes to School pada 2026 menyasar sekolah-sekolah di 83 kabupaten/kota dan 15 provinsi. Sementara itu, program Rumah Pangan B2SA menjangkau 72 lokasi di 68 kecamatan, 47 kabupaten/kota, dan 33 provinsi.

Program-program tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat tentang pilihan pangan lokal. Sekaligus mendorong penerapan pola konsumsi yang lebih beragam dan seimbang.

Penguatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal juga didukung Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024. Tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Regulasi ini menjadi landasan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjalankan strategi nasional maupun daerah untuk mempercepat penganekaragaman pangan.

Dorong ketahanan pangan dan ekonomi Kabupaten Bogor

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, berharap peringatan HPS 2026 dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemanfaatan keragaman pangan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami ketahanan pangan di Kabupaten Bogor bisa aman. Kemudian juga keberagaman yang ada di Kabupaten Bogor, pangan itu bisa dilakukan, dan tentunya kemudian semua masyarakat bisa sejahtera, salah satunya menggerakkan ekonomi rakyat di Kabupaten Bogor,” kata Andri.

Pemanfaatan pangan lokal diharapkan tidak hanya memperluas pilihan konsumsi, tetapi juga membuka peluang bagi petani, pelaku usaha pengolahan pangan, dan masyarakat setempat.

Melalui penganekaragaman pangan dan edukasi B2SA, Bapanas mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan kekayaan bahan pangan Indonesia dalam menu sehari-hari. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan yang lebih kuat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. (Hen)

Previous articleSatu Dekade di Sales & Marketing, Tedi Andika Ruslan Perkuat Komunikasi Merek Hotel
Next articleCari Tempat Meeting di Bandung? Grand Dafam Braga Hadirkan Beragam Pilihan Ruang